detikNews
Rabu 18 September 2019, 20:21 WIB

Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Pil Koplo Jaringan Lapas Porong

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Pil Koplo Jaringan Lapas Porong Konferensi pers Kapolsek Lakarsantri (Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya - Polisi membongkar sindikat pengedar puluhan ribu butir pil koplo di Surabaya yang dikendalikan narapidana Lapas Porong, Sidoarjo. Tiga pengedar diringkus.

Para pengedar yang tertangkap adalah Indra W (35) dan Andi S (33), warga Karangrejo, Wonokromo, Surabaya. Kemudian Indra J (40), warga Bronggalan, Tambaksari.

Dari ketiga pelaku, polisi mengamankan satu dus besar berisi 107 kantong barang terlarang. Total ada 85 ribu butir pil Double L, 30 butir ineks, dan 6,91 gram sabu.


Terbongkarnya sindikat peredaran pil Double L itu bermula ketika pihak kepolisian mendapatkan laporan terkait pengiriman barang terlarang tersebut. Setelah mendapatkan laporan, polisi kemudian melakukan pengembangan di rumah kos tersangka Indra W, yang mengambil barang dengan sistem ranjau.

"Saya bertugas mengambil barang dan saya amankan. Nanti katanya yang mengendalikan, ada orang yang akan mengambil barang itu," kata Indra W kepada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Setelah mengamankan Indra W pada Sabtu (14/9), kepolisian melakukan pengembangan kasus tersebut. Lalu menangkap Andi dan Indra J, yang berperan sebagai pengambil barang sekaligus pengedar.

"Saya hanya safe house. Barangnya tak ambil, kemudian disuruh nyimpan oleh Prancis, teman saya di dalam Lapas Porong," terang Indra W.

Ia mengaku hanya dikendalikan melalui telepon oleh narapidana di Lapas Porong. "Saya hanya mendapatkan komisi Rp 400 ribu dan paket sabu saya pakai sendiri," tambah Indra.

Sebagai pengedar, Andi dijanjikan akan mendapatkan komisi jutaan rupiah jika berhasil menjalankan tugas. "Saya ambil sendiri setelah mendapatkan petunjuk. Kemudian saya ambil dan diedarkan. Jika berhasil, saya dijanjikan komisi Rp 4 juta," kata Andi.


Kapolsek Lakarsantri AKP Palma F Fahlevi mengatakan, dari keterangan para tersangka, puluhan ribu butir pil koplo tersebut didapatkan dari lapas. Palma juga menjelaskan, salah satu pengedar mengaku saling mengenal dengan pengendali yang berada di lapas. Ketiga pelaku dijerat Pasal 114 juncto Pasal 112 No 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

"Dari pengakuan tersangka, mereka mengambil dengan sistem ranjau. Mereka mengaku sudah mengedarkan dua dus pil Double L," kata Palma.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com