detikNews
Rabu 18 September 2019, 09:16 WIB

Ribuan Polisi Kecil Dibina untuk Tekan Angka Kecelakaan

Hilda Meilisa - detikNews
Ribuan Polisi Kecil Dibina untuk Tekan Angka Kecelakaan Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah kecelakaan. Datanya, kecelakaan menempati posisi ketiga penyebab kematian di dunia, setelah serangan jantung dan AIDS.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Budi Indra Dermawan mengatakan pihaknya memiliki banyak upaya untuk menekan angka kecelakaan. Salah satunya menggandeng para polisi cilik.

Terlebih, Budi menyebut angka kecelakaan tertinggi dialami oleh remaja dengan usia produktif. Untuk itu, antisipasi terbaik yakni dari usia dini.

"Kegiatan ini bertujuan untuk membina disiplin, kekompakan, dedikasi, loyalitas yang kelak akan mengemban tugas sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. Berdasarkan data laka angka kematian akibat laka cukup tinggi bahkan penelitian PBB menyatakan korban meninggal dunia akibat langkah menjadi mesin pembunuh ke-3 di dunia," kata dirlantas di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (18/9/2019).

"71% Usia korban meninggal dunia dalam usia produktif. Ketika terus terjadi dan usia tidak produktif semakin tidak tertanggung, maka yang akan terjadi adalah kemiskinan dan kebodohan," imbuhnya.


Dalam kegiatan ini, Budi menambahkan ada ribuan siswa SD yang bergabung. Nantinya, mereka akan diuji untuk mengetahui kecintaannya dan pengetahuannya terkait lalu lintas. Budi menyebut pelajar terbaik juga akan mendapatkan hadiah.

Ribuan polisi cilik di polda jatim/Ribuan polisi cilik di polda jatim/ Foto: Hilda Meilisa Rinanda

Selain itu, Budi juga memaparkan jika kecelakaan kerap terjadi berawal dari pelanggaran lalu lintas. Untuk itu, peraturan lalu lintas memang harus disosialisasikan sedini mungkin.

"Kecelakaan terjadi selalu berawal dari pelanggaran lalu lintas. Oleh sebab itu pendidikan untuk tertib di ruang publik perlu dilakukan sejak dini. Diharapkan nantinya para polisi kecil akan menjadi pelopor untuk tertib di ruang publik khususnya tertib dalam berlalu lintas di jalan," paparnya.

Tak hanya itu, Budi juga menyebut kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada para pelajar jika polisi merupakan sahabat masyarakat. Bukan seseorang untuk ditakuti.

"Polisi cilik sebagai pelopor tertib di ruang publik diharapkan ikut mendorong, minimal mengangkat mereka yang dewasa yang berada di sekelilingnya untuk tidak melakukan pelanggaran," lanjutnya.

"Melalui kegiatan ini untuk mendekatkan polisi dengan anak dan masyarakat karena polisi bukanlah orang yang menyeramkan dan perlu ditakuti, tapi justru dijadikan sebagai sahabat yang bisa hadir dalam rangka memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat termasuk anak-anak," pungkasnya.
(hil/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com