detikNews
Selasa 17 September 2019, 21:18 WIB

Misi Sosial di Balik Pengobatan Ningsih Tinampi yang Viral

Muhajir Arifin - detikNews
Misi Sosial di Balik Pengobatan Ningsih Tinampi yang Viral Ningsih Tinampi/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Di balik ketenaran pengobatan Ningsih Tinampi, tersimpan misi sosial untuk membantu sesama. Selain memberikan makan gratis pada para pasien, ia juga menggratiskan biaya pengobatan bagi pasien yang tak mampu.

Ningsih juga kerap mengumpulkan anak yatim untuk disantuni. "Saya diberi Allah ilmu ini untuk membantu orang. Misi utama saya membantu," kata Ningsih di rumahnya, Gang Lambau, Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/9/2019).

"Pasien yang datang rata-rata membayar Rp 300 ribu. Tapi kalau tak mampu, gratis. Apalagi mereka yang sudah kehabisan harta untuk berobat kemana-mana," imbuhnya.


Bukan hanya tak mematok biaya berobat, Ningsih bahkan menyediakan makanan gratis bagi pasien yang berobat. Para pasien bisa makan dengan bebas secara prasmanan. Meski demikian, pasien juga dipersilakan untuk membeli makan di warung-warung yang ada di sekitar lokasi.

"Sebenarnya dulu bagi-bagi nasi seringkali, bagi-bagi beras seringkali. Dapat uang langsung bagi-bagi. Jadi nggak menghitung per hari. Pokoknya kita suka kasih, ya kasih. Misinya mengobati dan sedekah. Sekarang saja agak tersendat gara-gara terlalu ramai. Tenaganya yang nggak kuat," terangnya.

Ningsih menuturkan, dalam menjalankan misi sosial pengobatan dan sedekah, ia membentuk tim beranggotakan sembilan orang. Namun karena bebannya berat, sekarang tinggal lima orang.

"Dulu ada sembilan orang yang bantu sekarang tinggal lima. Nggak akan kuat ikut aku, bebannya berat. Selain sering meninggalkan keluarga juga terus membantu orang. Saya dan teman-teman tak menggantungkan rejeki dari pasien. Saya punya katering, yang lain punya usaha apa, dikumpulkan untuk membantu orang," ungkapnya.


Selain pada pasien, Ningsih juga memberikan santunan pada anak yatim dan fakir miskin di sekitarnya. Setiap Senin ia tak membuka praktik. Selain untuk istirahat juga untuk bersedekah. Dia mengundang anak yatim dan fakir miskin untuk disantuni.

"Kalau sekarang tiap Senin, dulu setiap saat. Sekarang ramai tiap hari jadi nggak bisa keluar. Kalau dulu, tiap hari jalan," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com