detikNews
Selasa 17 September 2019, 19:59 WIB

Dua Pengedar 4,7 Kg Sabu Ditangkap, Bandarnya Napi di Lapas Porong

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Dua Pengedar 4,7 Kg Sabu Ditangkap, Bandarnya Napi di Lapas Porong Rilis kasus narkoba di Mapolrestabes Surabaya/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Polisi menangkap dua pengedar 4,7 kg sabu. Barang terlarang tersebut diedarkan atas instruksi bandar seorang napi dari Lapas Porong, Sidoarjo.

Dua pengedar tersebut yakni Nunuk (28) dan Adi Wiyono (37). Keduanya warga Sidoarjo. Mereka ditangkap Jumat (13/9). Dari tangan mereka, polisi mengamankan 4,7 kg sabu.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho mengatakan, penangkapan dua pengedar sabu tersebut dilakukan setelah petugas melakukan undercover selama dua bulan lebih. "Kasus ini sudah didalami Polrestabes Surabaya. Mulai dari beberapa bulan lalu dengan berbagai macam cara," kata Sandi Nugroho kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (17/9/2019).


"Pelaku cukup sulit untuk diungkap, pada akhirnya pada 13 September lalu atau hari Jumat pukul 17.00 WIB dengan undercover. Kemudian berhasil masuk jaringan dan mendapatkan tangkapan signifikan 4,7 kg sabu, yang terbungkus dalam 20 kantong plastik," imbuhnya.

Sandi menjelaskan, pengedar pria ditangkap di kawasan Lingkar Timur Sidoarjo. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan menangkap pelaku wanita saat berada di Jalan KH Achmad Khosim, Buduran, Sidoarjo.

"Saat ditangkap ditemukan sabu 4,7 kg dan barang bukti ATM dan rekening serta buku transaksi sabu milik pelaku," terang Sandi.

Kini, polisi masih melakukan pengembangan terkait jaringan pelaku. Sebab dari pengakuan pelaku, keduanya dikendalikan seorang narapidana di Lapas.

"Pelaku mempunyai kerja sama cukup erat dengan pelaku yang sudah masuk dalam sel (penjara) dan ini berperan ganda. Dia bisa menjadi pengepul dan juga menjadi kurir untuk menjalankan perintah-perintah di dalam sel," lanjut Sandi.

Sandi juga menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemenkumham Jatim untuk mencari keterlibatan salah satu napi di dalam lapas. "Saat ini kita kembangkan dan komunikasi dengan instansi terkait lainnya. Baik Lapas ataupun Kumham yang terkait dengan masalah peredaran narkotika. Baik di dalam maupun di luar lapas," papar Sandi.


Menurut Sandi, tersangka mau mengedarkan sabu dengan dijanjikan uang sebesar Rp 15 juta untuk sekali transaksi. "Sekali pengiriman diberikan Rp 15 juta atau diberikan 1 gram sabu dengan uang tunai Rp 5 juta. Sehingga cukup menarik bagi para pelaku untuk mendapatkan imbalan yang sedemikian besarnya," ujarnya.

Nunuk dan Adi mengaku sudah tiga kali menjalankan perintah dari seorang bandar yang berada di Lapas. "Sudah ketiga kalinya. Yang pertama 3 kg, kedua 3 kg dan ketiga ini 4,7 kg ditangkap oleh polisi," kata Nunuk.

Nunuk mengakui jika barang terlarang tersebut didapat dari seorang narapidana yang mendekam di Lapas Porong, Sidoarjo. Sabu tersebut akan diedarkan di wilayah Surabaya.

"Barang tersebut disuruh ambil oleh Bara (napi)," terang Nunuk.

Nunuk juga mengakui jika suaminya tengah mendekam di Lapas Porong. Menurut Nunuk, suaminya yang berkomunikasi kepada seorang bandar di Lapas Porong bernama Bara.

Ia mengaku mau menjadi pengedar lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi. Terlebih sang suami tengah mendekam di balik jeruji.


"Karena ekonomi, untuk membiayai dua anak dan enam keponakan," lanjut Nunuk.

"Untuk sekali pengiriman relatif. Untuk yang 3 kg mendapatkan Rp 7,5 juta. Untuk yang 4,7 kg dijanjikan Rp 14 juta," tambah Nunuk.

Atas kejahatan tersebut, kedua tersangka terancam dijerat Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com