detikNews
Senin 16 September 2019, 18:02 WIB

Jaringan Curanmor di Kota Malang Terungkap, 44 Kendaraan Diamankan

Muhammad Aminudin - detikNews
Jaringan Curanmor di Kota Malang Terungkap, 44 Kendaraan Diamankan Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander bersama Forkopimda merilis curanmor. (Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang - Jaringan curanmor di Kota Malang terungkap. Pihak kepolisian mengamankan puluhan unit kendaraan.

Setidaknya ada 44 kendaraan bermotor hasil kejahatan yang diamankan dari delapan pelaku. Puluhan barang bukti tersebut terdiri atas dua unit kendaraan roda empat (pikap) dan 42 sepeda motor.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan pengungkapan kasus dengan sasaran 3C (curat, curas, dan curanmor) berlangsung mulai 29 Agustus hingga 16 September 2019. Penanganan berawal dari laporan masyarakat akan tingginya kasus kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Malang Kota. Masyarakat juga berkeinginan agar kepolisian bergerak cepat menangani kasus kejahatan tersebut.


"Hari ini kita rilis, pengungkapan 3C. Yang kita ungkap dalam kurun waktu 29 Agustus-16 September 2019, ada 44 unit kendaraan yang berhasil kita amankan dari tangan para pelaku," ujar Dony dalam konferensi pers di Mapolres, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Senin (16/9/2019).

Menurut Dony, pengungkapan tersebut tak luput dari peran serta masyarakat yang memberikan informasi kepada petugas untuk menyelidiki dan mengungkap pelaku kejahatan jalanan.

"Keberhasilan ini hasil kerja sama masyarakat yang membantu kepolisian untuk mengungkap para pelaku kejahatan jalanan di Kota Malang," imbuh Dony.

Ia melanjutkan, dari hasil keterangan para tersangka, curanmor sudah beberapa kali dilakukan. Mereka juga menjual hasil kejahatan kepada penadah yang turut diamankan.

"Salah satunya tersangka berinisial S dan L. Mereka kita amankan di Jalan Ahmad Yani dengan korban atas nama Wahyudi. L merupakan penadah. Pengakuan tersangka sudah beberapa kali melakukan pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kota Malang," terang Dony.


Dony juga menjelaskan, para tersangka beraksi secara berkelompok. Ada tugas-tugas yang dibagi, dari mengawasi TKP sampai eksekusi atau mencuri motor korban.

"Mereka pakai kunci T untuk bisa membawa kendaraan bermotor yang dijadikan sasaran. Mereka juga beraksi secara berkelompok, ada bagian yang mengawasi sekitar TKP," lanjut Dony.

Ia menambahkan, bersama Forkopimda telah berkomitmen memberantas kasus kejahatan di Kota Malang. Ada dua langkah yang dilakukan, pertama preventif dengan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar menggunakan kunci ganda untuk mencegah terjadinya curanmor.

"Langkah kedua adalah represif, dengan mengungkap semua pelaku kejahatan. Karena itu, kami sekali lagi meminta peran aktif masyarakat," paparnya.

Pengungkapan ini juga mendapatkan apresiasi langsung dari Ketua DPRD I Made Rian Diana Kartika. Yang turut hadir bersama Wali Kota Sutiaji dalam konferensi pers.

Sebagai perwakilan masyarakat Kota Malang, Made mengucapkan terima kasih atas kerja keras Polres Malang Kota dalam memberantas pelaku kejahatan di Kota Malang.


"Curanmor memang tinggi, ada banyak pengaduan dari masyarakat kepada kami. Tetapi semua itu telah terjawab dengan keberhasilan Polres Malang Kota menangkap jaringan pelaku kejahatan. Hanya dalam durasi waktu yang kurang dari satu bulan," ujar politikus PDIP ini.

Seperti halnya Made, Sutiaji menyampaikan apresiasinya atas pengungkapan kasus kriminalitas jalanan ini. "Sebelumnya kami mohon maaf, karena selama ini dinilai diam saja. Tapi hari ini terbukti kan bahwa kerja keras Polres Malang Kota sudah menjawab keresahan masyarakat atas banyak kasus kejahatan di Kota Malang," pungkas Sutiaji.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com