Dirawat di RSUD Bangil, Pemkab Tanggung Biaya Warga yang Kakinya Membusuk

Dirawat di RSUD Bangil, Pemkab Tanggung Biaya Warga yang Kakinya Membusuk

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 14 Sep 2019 12:40 WIB
Kaki Warga Pasuruan Membusuk karena Tak Mampu Berobat/Foto: Muhajir Arifin
Kaki Warga Pasuruan Membusuk karena Tak Mampu Berobat/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Hansi Saputra (31), warga Pasuruan yang kakinya membusuk karena terlambat berobat sudah mendapat perawatan di RSUD Bangil. Pemkab Pasuruan berjanji menanggung biaya perawatan dan pengobatan ayah dua anak itu.

"Pasien saat ini sedang dalam proses pemeriksaan lab di bagian ortopedi. Kami sampaikan kalau memang nanti RSUD Bangil nggak mampu terus dirujuk, ya akan kita kawal," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan Ugik Setyo Darmoko, Sabtu (14/9/2019).

Ugik mengatakan pemerintah daerah akan menanggung semua biaya perawatan dan pengobatan hingga tuntas.

"Pemerintah akan bertanggung jawab lah. Akan membantu masalah pembiayaannya, termasuk akan kita PBID-kan (peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Daerah)," tandas Ugik.

Ugik mengungkapkan Hansi Saputra sebenarnya sudah diarahkan segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas atau ke rumah sakit seminggu lalu. Tim dari Dinkes sudah mendatangi rumahnya di Dusun Selohan RT 02/RW 08 Desa Capang Kecamatan Purwodadi. Tim sudah melakukan edukasi bahwa pemerintah akan menanggung biaya pengobatan.


"Sebelumnya sudah kita edukasi, sudah kita minta agar berobat dan dibiayai pemerintah, tapi dia memang belum mau dibawa ke rumah sakit. Alasannya nggak ada yang nunggu. Akhirnya Kamis kemarin berkat koordinasi dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat, kita paksakan agar mau ke RSUD," terang Ugik.

Ugik mengatakan pihaknya seringkali kendala dalam penanganan pasien tak mampu. Di sini lain pemerintah siap menanggung biaya pengobatan, tapi di lain sisi keluarga berat hati karena biaya logistik menunggu pasien juga tak sedikit.

"Kadang repot, memang nunggu orang sakit memang butuh biaya banyak. Kadang warga itu kan mintanya gratis semua biaya menunggui ditanggung. Nah kita kan nggak bisa secara prosedur. Namun kami tetap koordinasi dengan beberapa pihak perangkat desa, kecamatan dan dinsos. Untuk pak Hansi ini, kemarin sudah ada yang membantu biaya hidup keluarga menunggui di rumah sakit," pungkasnya.

Hansi Saputra harus menanggung derita. Karena tak kunjung diobati, luka kaki kanannya dibiarkan hingga membusuk. Kasun Selohan Ali Mufi mengatakan luka itu akibat kecelakaan motor di Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi 14 Agustus lalu.

"Ia mengalami patah kaki dan sempat diobati ke tukang pijat sangkal putung. Namun kondisi lukanya semakin parah," katanya. (fat/fat)