detikNews
Kamis 12 September 2019, 18:11 WIB

Mantan Plt Kepala Badan Pendapatan Gresik Divonis 4 Tahun Penjara

Suparno - detikNews
Mantan Plt Kepala Badan Pendapatan Gresik Divonis 4 Tahun Penjara Mantan Plt Kepala BPPKAD Gresik (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Mantan Plt Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik M Muchtar divonis 4 tahun penjara. Muchtar juga didenda Rp 200 juta subsider 2 bulan serta diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 2,1 miliar.

Vonis dibacakan langsung oleh Dede Suryaman selaku hakim ketua dan dua hakim anggota Lufsiana serta Emma Elyani. Sidang di gelar di ruang Cakra di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Majelis hakim menyampaikan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi pemotongan jasa insentif di BPPKAD Kabupaten Gresik.


"Mengadili terdakwa M Muchtar dengan hukuman penjara selama 4 tahun penjara," kata Dede Suryaman saat membacakan putusannya, Kamis (12/9/2019).

Hakim menjelaskan uang pengganti tersebut diberikan 1 bulan sejak putusan inkrah. Jika terdakwa tidak mampu membayar, asetnya akan disita dan dilelang untuk negara. Bila tidak ada aset, akan diganti pidana selama 6 bulan pidana.

"Bila tidak ada aset, akan diganti kurungan pidana selama 6 bulan," tambah mejelis hakim.


Hakim dalam putusannya sependapat dengan dakwaan jaksa penuntut umum bahwa terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 huruf f juncto Pasal 18 ayat (1), huruf b, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Pemotongan jasa insentif di BPPKAD ini merupakan kejadian berlanjut dan telah berlangsung sejak 2014. Waktu itu Kepala Kaban dijabat oleh Yetty Sri Suparyati dan diteruskan secara berlanjut oleh Kepala Kaban Andhy Hendro Wijaya dan diteruskan oleh terdakwa. Bahwa pemotongan itu dilakukan tidak memiliki dasar hukum," tegas hakim anggota Lufsiana saat membacakan amar putusan.

Untuk diketahui, terdakwa M Muchtar diamankan oleh tim Kejaksaan Negeri Gresik beserta barang bukti berupa uang tunai Rp 537.152.339, yang merupakan hasil potongan dana intestis dari jasa pungut di BKPPAD Gresik dan dijerat dengan Pasal 12 huruf e 12 huruf f Undang-Undang Tipikor No 31 Tahun 1999 juncto UU No 20 Tahun 2001.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com