detikNews
2019/09/12 17:29:06 WIB

Pernikahan Dini Jadi Pemicu Adanya 1.201 Janda Muda di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Halaman 1 dari 3
Pernikahan Dini Jadi Pemicu Adanya 1.201 Janda Muda di Mojokerto Pengadilan Agama Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Jumlah kasus pernikahan anak di bawah umur di Kabupaten Mojokerto cukup memprihatinkan. Kasus pernikahan dini menjadi salah satu pemicu banyaknya perceraian pasangan muda. Sehingga menghasilkan 1.201 janda muda dalam setahun.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Mojokerto Supardi mengatakan dalam kurun waktu Januari-Agustus 2019 terdapat 90 pernikahan anak di bawah umur. Disebut pernikahan dini karena si pria atau si wanita masih berusia di bawah umur. Yaitu di bawah 16 tahun untuk perempuan dan di bawah 18 tahun untuk pria.

Sementara sepanjang 2018, jumlah pernikahan anak di bawah umur mencapai 117 kasus. Ironisnya, sebagian besar pernikahan dini terjadi karena hamil di luar nikah. Sementara pemicu lainnya karena kekhawatiran para orang tua terhadap anak-anak mereka melanggar norma agama maupun kesusilaan.

"Tahun ini 52 kasus pernikahan dini karena hamil duluan, tahun lalu 56 kasus," kata Supardi kepada detikcom, Kamis (12/9/2019).

Wakil Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Mojokerto Hamidah berpendapat, pernikahan anak di bawah umur menjadi salah satu pemicu tingginya angka perceraian pasangan muda. Karena menurut dia, pasangan yang menikah dini belum siap secara psikis dan finansial untuk membangun rumah tangga.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com