detikNews
2019/09/11 20:46:31 WIB

Bos Investasi Bodong Ini Diduga Manfaatkan Ustaz untuk Tipu Korban

Enggran Eko Budianto - detikNews
Halaman 1 dari 3
Bos Investasi Bodong Ini Diduga Manfaatkan Ustaz untuk Tipu Korban Sejumlah korban investasi bodong di Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Investasi bodong yang dijalankan PT RHS mengakibatkan 109 orang mengalami kerugian hingga Rp 7 miliar. Bos Investasi abal-abal ini disebut-sebut memanfaatkan sejumlah tokoh agama untuk meyakinkan para korban agar mau menanamkan modalnya.

Detikcom mendapatkan informasi tersebut dari Ricky Wijaya (36), salah seorang korban Investasi bodong PT RHS. Pria asal Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ini ditunjuk para korban lainnya untuk memberi keterangan kepada wartawan.

Ricky mengaku pertama kali ditawari untuk berivestasi di PT RHS oleh pria berinisial ISN, warga Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto pada akhir 2016. Dia mengenal ISN sebagai sosok guru agama dan ustaz yang biasa ceramah agama. Menurut dia, ISN menjadi salah satu bendahara di Bisham, komunitas bagi para investor PT RHS.


"Dia bilang ke saya kalau punya teman namanya AR (Direktur PT RHS) teman kuliahnya dulu punya usaha di bidang suplier bahan bangunan. Dia meyakinkan saya kalau AR tidak mungkin mengecewakan karena sudah kenal lama," kata Ricky saat dihubungi detikcom, Rabu (11/9/2019).

Ricky pun percaya dengan tawaran dari ISN yang dia kenal sebagai ustaz. Di dalam benaknya kala itu, tidak mungkin seorang tokoh agama bakal menjerumuskan dirinya. Bagi hasil 5 persen tiap bulan juga membuatnya tergiur. Sehingga dia menanamkan uangnya Rp 25 juta ke PT RHS pada Desember 2017.

"Karena beneran ada bagi hasil, saya nambah lagi sampai Rp 45 juta. Dana saya transfer langsung ke rekening AR. Saya diberi sertifikat oleh AR melalui ISN. Bagi hasil 5 persen saya dapatkan sampai Februari 2018, setelah itu mandek," ujarnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com