detikNews
2019/09/11 20:19:42 WIB

Sopir Taksi Online Laporkan Pemukulan Tukang Becak Stasiun Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Halaman 2 dari 3
Sopir Taksi Online Laporkan Pemukulan Tukang Becak Stasiun Mojokerto Pangkalan tukang becak di Stasiun Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto

Irwan menuturkan, selama ini paguyuban tukang becak dan ojek konvensional di Stasiun Mojokerto menerapkan iuran bulanan Rp 30 ribu bagi para sopir taksi online. Uang tersebut dibagi Rp 25 ribu untuk paguyuban tukang becak dan ojek konvensional, sedangkan Rp 5 ribu untuk kas kelompok taksi online.

"Penumpang juga ditarik Rp 5 ribu. Padahal kami sudah bayar Rp 30 ribu sebulan. Padahal di Terminal Bungurasih cuma Rp 2 ribu untuk ngetime kalau dapat penumpang," lanjutnya.

Koordinator Paguyuban tukang becak dan ojek konvensional Stasiun Mojokerto Ahmad Kail kelahiran (47) menjelaskan, anggotanya berinisial S memberi bogem mentah kepada Irwan karena dia kerap berulah. Menurutnya, Irwan bukan lagi anggota paguyuban di stasiun. Namun dia masih nekat mengambil penumpang Stasiun Mojokerto.


"Dia sudah saya keluarkan dari sini, tidak lagi bayar iuran bulanan. Tapi masih ambil penumpang tanpa izin. Itu yang membuat anggota saya emosi," terangnya.

Kail membenarkan selama ini sopir taksi online yang biasa mengambil penumpang di Stasiun Mojokerto diminta membayar iuran bulanan Rp 30 ribu. Dari jumlah itu, Rp 25 ribu dikelola para tukang becak dan ojek konvensional. Sedangkan Rp 5 ribu untuk kas kelompok taksi online. Menurut dia, iuran tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama semua pihak.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com