detikNews
Rabu 11 September 2019, 18:29 WIB

Firasat Warga Sebelum Kecelakaan di Nganjuk yang Tewaskan 3 Orang

Sugeng Harianto - detikNews
Firasat Warga Sebelum Kecelakaan di Nganjuk yang Tewaskan 3 Orang Lokasi kecelakaan maut di Nganjuk/Foto: Sugeng Harianto
Nganjuk - Kecelakaan maut di Nganjuk yang menewaskan 3 orang terjadi di Jalan Raya Nganjuk-Madiun, Desa Selorejo, Kecamatan Bagor. Warga sekitar percaya, lokasi tersebut angker.

Seperti pantauan detikcom di lokasi, ada pengakuan warga mengenai kecelakaan maut tersebut. Sehari sebelum tabrakan MPV dan Bus Mira terjadi, warga sempat memiliki firasat seperti pertanda akan adanya musibah.

"Dekwingi niku winten manuk dares munyer kari ngoceh wira-wiri (kemarin sore sebelum kejadian itu ada burung dares bersuara terus di sekitar lokasi). Sangat jarang ada burung seperti itu," ujar salah seorang warga, Sumartini (75) kepada detikcom, Rabu (11/9/2019).


Rumah Sumartini hanya berjarak 10 meter dari lokasi kecelakaan. Menurutnya tempat tersebut dikenal angker. Dulu, kata Sumartini, warga sekitar menyebut sang penunggu di jalan itu Sumiyati. Makhluk gaib itu kerap menjelma seorang wanita cantik yang terkadang membeli makanan di tokonya.

"Kulo Sumiyati, aku tak ngalih (saya Sumiyati, saya mau pergi)," kata Sumartini menirukan sosok diduga jelmaan makhluk gaib yang pernah singgah di tokonya.

Tabrakan antara Toyota Innova bernopol AE 567 SC dengan Bus Mira bernopol S 7190 US terjadi pada Senin (9/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Nganjuk-Madiun, Desa Selorejo, Kecamatan Bagor, Nganjuk.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga orang tewas dan dua orang terluka ringan. Tiga korban tewas adalah pengemudi MPV Panji Whisnu Kusuma dan dua penumpang Rizki Viko Abdilah (22) serta Amalia Hestin Nugraheni (17). Semuanya asal Ponorogo.


Satu-satunya korban selamat dari Toyota Innova yakni Tohir Rohjana, warga Kelurahan Tambakbayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Sedangkan satu korban luka lainnya yakni sopir Bus Mira asal Magelang, Tri Sumaryanto.

Menurut Sumartini, itu merupakan kecelakaan ketiga yang terjadi di lokasi tersebut sejak jalan dilebarkan. Menurutnya banyak kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Kemudian setiap sebelum kecelakaan, selalu ada tanda akan datangnya musibah yang dirasakan warga.

Dua kecelakaan sebelumnya terjadi sekitar pertengahan 2018 dan awal 2019. "Pertengahan 2018 kecelakaan sepeda motor kalau tidak salah dengan bus juga meninggal satu. Kalau awal 2019 saat tahun baru. Juga sepeda motor dengan mobil tabrakan satu meninggal. Sebelumnya juga saya dengar suara burung dares," pungkasnya.


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com