detikNews
Rabu 11 September 2019, 17:15 WIB

Tiga Pembakar Polsek Tambelangan Jalani Sidang Perdana

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Tiga Pembakar Polsek Tambelangan Jalani Sidang Perdana Tiga terdakwa pembakaran Polsek Tambelangan (Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya - Kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang, Madura, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya. Tiga dari sembilan tersangka menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan.

Ketiga terdakwa adalah Habib Abdul Qodir al-Hadad (38), Supandi (41), dan Hadi Mustofa (20). Meski berumur 20 tahun, Hadi masih berstatus pelajar SMA. Berkas perkara ketiga terdakwa dipisah dengan keenam terdakwa yang lain.

Keenam terdakwa lain adalah Satiri, Bukhori alias Tebur, Abdul Muqtadir, Hasan Achmad, Ali, dan Abdul Rohim. Sidang keenam terdakwa akan digelar pada Kamis (12/9).

"Sidangnya terpisah karena perannya berbeda. Majelis hakim yang menyidangkan juga beda," ujar jaksa penuntut umum (JPU) Junaedi dari Kejati Jatim di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (11/9/2019).


Saat persidangan, ketua majelis hakim Edi Soeprayitno S Putra memeriksa identitas para terdakwa. Namun pada saat memeriksa identitas terdakwa Hadi Mustofa, sempat terjadi revisi. Sebab, tahun kelahiran terdakwa tidak sesuai pada BAP yang tertulis tahun 1991, sedangkan keterangan terdakwa kelahiran 1999.

"Waktu di polisi saya lupa, Pak, saya lahir tahun 1999," ujar Hadi Mustofa kepada majelis hakim.


Dalam dakwaannya, JPU Tulus Ardiansyah mengungkap Habib berperan aktif dalam mengumpulkan massa untuk melakukan aksi hingga melakukan pembakaran Polsek Tambelangan, yang menyebabkan beberapa polisi terluka.

Dalam kasus ini, ketiga terdakwa didakwa dengan pasal berlapis, yakni melanggar Pasal 200 KUHP tentang Perusakan Fasilitas Umum, Pasal 187 KUHP tentang Pembakaran, serta Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

Setelah jaksa membacakan dakwaan, penasihat terdakwa Andry Ermawan tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU. Pihaknya ingin langsung pada pokok perkara.


"Kami tidak mengajukan eksepsi. Tidak perlu. Eksepsi hanya menyangkut syarat kewenangan mengadili. Jadi kita lebih bagus langsung ke pokok perkara untuk mengungkap ini," ujar Andry.

Andry juga enggan mengomentari lebih lanjut terkait peran terdakwa Habib sebagai pengkoordinasi pembakaran Polsek Tambelangan.

"Kami akan menjawab dan nanti bisa dilihat dari keterangan saksi-saksi yang akan dihadirkan oleh JPU," tandas Andry.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com