detikNews
Rabu 11 September 2019, 14:19 WIB

Bea-Cukai Juanda Musnahkan Ribuan Barang Ilegal, Termasuk 550 Sex Toy

Suparno - detikNews
Bea-Cukai Juanda Musnahkan Ribuan Barang Ilegal, Termasuk 550 Sex Toy Pemusnahan secara simbolis barang hasil tegahan Bea-Cukai Juanda. (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Bea-Cukai Juanda memusnahkan ribuan barang hasil tegahan. Ribuan barang tersebut telah ditetapkan sebagai barang milik negara.

Ribuan barang tersebut terkumpul sejak 2018 hingga 2019. Barang tegahan tersebut antara lain airsoft gun dan sajam sebanyak 236 buah, 214 buah elektronik, dan spare part kendaraan 134 buah.

Rokok sebanyak 595.480 batang dan 182 pak. Kemudian sex toy 550 buah, kayu 49 koli, pakaian dan mainan 2.465 koli. Lalu makanan, minuman, dan bahan kimia sebanyak 8.252 koli, kosmetik dan obat 1.288 koli, proyektil 1 pak, pita cukai 5 rim dan kertas 192 koli.


Barang-barang tersebut ilegal atau tidak memiliki izin. Oleh pemiliknya, barang tersebut tidak diurus kepemilikannya. Pemusnahan barang tersebut dilakukan dengan cara dibakar, dipotong, dilebur, dan dipendam.

Pemusnahan secara simbolis dilakukan di halaman kantor KKPBC Tipe Madya Pabean Juanda. Selanjutnya pemusnahan akan dilakukan di Jalan Malik Ibrahim, Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

"Barang ini merupakan barang hasil tegahan, juga barang-barang yang tidak diurus oleh pemiliknya, baik itu milik importir maupun penumpang pesawat," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda Budi Harjanto kepada wartawan seusai pemusnahan secara simbolis, Rabu (11/9/2019).

Budi menyampaikan, barang-barang ini masuk melalui Bandara Juanda, Surabaya, di Sidoarjo. Barang tersebut masuk melalui penumpang pesawat, kargo, dan Kantor Pos. Selain hasil tegahan, barang-barang ini juga sudah dinyatakan milik negara.


"Karena barang-barang ini harus memiliki izin instansi yang terkait. Karena sampai batas waktu 90 hari tidak diurus dan tidak ada izinnya, status barang milik negara," tambah Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, karena sudah berstatus milik negara, barang-barang tersebut bisa dimusnahkan. "Barang yang dimusnahkan ini ada 12 skep, diperkirakan senilai di bawah Rp 300 juta," pungkas Budi.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com