detikNews
Senin 09 September 2019, 13:45 WIB

Enam Orang dari Desa Penari Diundang Tampil di Azerbaijan

Charolin Pebrianti - detikNews
Enam Orang dari Desa Penari Diundang Tampil di Azerbaijan Latihan di Sanggar Kelas Sabuk Janur/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Enam orang dari Desa Penari Ponorogo diundang tampil di Azerbaijan pada 11-15 September 2019 dalam ajang Indonesian Cultural Festival. Mereka dari Sanggar Kelas Sabuk Janur yang berangkat dengan nama Atlet Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo.

Sanggar tersebut berada di Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo. Desa yang disebut-sebut sebagai lokasi Kerajaan Bantarangin dan diyakini sebagai pencetus kesenian Reog. Selain itu, desa tersebut juga disebut Desa Penari karena banyak seniman Reog lahir dari sana.

Itu akan menjadi kesempatan kedua bagi sanggar milik Wisnu Hadi Prayitno tampil di Azerbaijan. "Tahun lalu kami juga tampil di sana, temanya Reog. Kalau tahun ini saya padukan kreasi tari Reog dan pencak silat," kata Wisnu kepada detikcom, Senin (9/9/2019).


Wisnu menambahkan, penampilannya nanti berbeda karena warok akan tampil sebagai tokoh utama. Ada 3 warok yang akan menari diiringi alunan musik sekaligus pencak silat.

"Tiga orang lain bertugas sebagai kelono sewandono, jathil dan pembarong," terangnya.

Perpaduan itu, lanjut Wisnu, sebagai bentuk dukungan kepada Kemenpora untuk memperkenalkan pencak silat sebagai salah satu cabor untuk olimpiade. "Kita ambil tokoh warok yang digambarkan mumpuni, terutama dalam hal ilmu bela diri," imbuhnya.

Tidak hanya di Azerbaijan, rencananya Wisnu juga akan tampil di Australia dengan iringan musik langsung. Kemudian ia juga akan menggelar workshop serta pentas di sekolah yang ditunjuk.


"Kami ingin terus mengenalkan pencak silat, Reog dan karakter warok ke masyarakat luar negeri," lanjutnya.

Dalam berita sebelumnya, Wisnu menyebut Desa Sumoroto sebagai Desa Penari. Bahkan ia menyakini bahwa 307 desa/kelurahan di Ponorogo memiliki penari.

"Sumoroto dikenal sebagai punjer (pusat) Reog, di sini ada penari, seniman sekaligus perajin Reog. Sumoroto bisa disebut sebagai 'Desa Penari'," ujarnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com