detikNews
Senin 09 September 2019, 13:04 WIB

Desa Penari Ternyata Ada di Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikNews
Desa Penari Ternyata Ada di Ponorogo Latihan menari di Sanggar Kartika Puri/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - 'Desa Penari' menjadi teka-teki setelah cerita horor 'KKN Desa Penari' viral di media sosial. Ternyata di Ponorogo ada 'Desa Penari', namun desa ini tidak ada hubungannya dengan kisah mistis atau makhluk gaib.

Ponorogo memiliki kesenian tradisional Reog tak bisa lepas dari seni tari. Pemain dalam pertunjukan Reog mulai dari jathil, warok, kelono sewandono, bujang ganong dan pembarong memiliki gerakan tarian yang istimewa.

Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo disebut-sebut sebagai lokasi Kerajaan Bantarangin dan diyakini sebagai pencetus kesenian Reog. Di sana terdapat Monumen Bantarangin sebagai pengingat Sumoroto sebagai petilasan sebuah kerajaan. Dengan keyakinan tersebut, masyarakat Sumoroto memiliki semangat untuk terus melestarikan Reog.


Alunan musik Reog tampak menggema di sudut Sanggar Kelas Seni Sabuk Janur yang berada di Desa Sumoroto. Puluhan murid dari berbagai usia tampak serius berlatih mengikuti arahan dari sang koreografer, Wisnu Hadi Prayitno.

"Tahun 1980-1990an, Sumoroto dikenal sebagai 'gudangnya' warok dan pembarong (penari pembawa dadak merak)," kata seniman sekaligus penggiat budaya Reog, Wisnu kepada detikcom, Senin (9/9/2019).

Wisnu berkeyakinan, setiap desa atau kelurahan di Ponorogo memiliki penari. Menurutnya, Ponorogo yang terdiri dari 307 desa/kelurahan layak disebut sebagai Kota Penari.

"Dengan keyakinan tersebut, masyarakat Ponorogo bisa terus tekun berlatih demi menjaga kelestarian Reog di masa mendatang," katanya.

"Sumoroto dikenal sebagai punjer (pusat) Reog, di sini ada penari, seniman sekaligus perajin Reog. Sumoroto bisa disebut sebagai 'Desa Penari'," imbuh Wisnu.

Kemudian pemilik Sanggar Kartika Puri, Sudirman juga merasakan hal serupa. Sanggar yang berdiri sejak 1995 itu sudah mencetak beberapa generasi. Bahkan beberapa di antaranya ada yang menjadi pelatih dan penari profesional.

"Kami fokus di kesenian tari tradisional Ponorogo serta tari kreasi lain. Semua terus berkembang," kata Sudirman.

Secara rutin setiap Sabtu dan Minggu, puluhan anak didiknya rutin berlatih. Apalagi jika ada event yang akan diikuti, latihan akan semakin rutin.

"Kami ingin mencetak kader di bidang seni tari tradisional Reog Ponorogo. Baik itu jathil, warok, bujangganong maupun kelono sewandono," pungkasnya.


'Desa Penari' menjadi teka-teki setelah kisah mistis 'KKN Desa Penari' diceritakan akun Twitter @SimpleM81378523. Ada 14 mahasiswa-mahasiswi yang menggelar KKN di Kota B, Jawa Timur, pada 2009 akhir. Mereka merupakan mahasiswa-mahasiswi angkatan 2005/2006 dari sebuah perguruan tinggi di Kota S.

Enam mahasiswa-mahasiswi di antaranya disamarkan dengan nama Ayu, Nur, Widya, Wahyu, Anton, dan Bima. Dua di antaranya meninggal setelah melewati seabrek hal mistis di tempat KKN tersebut. Desa Penari yang diceritakan begitu erat berkaitan dengan hal-hal mistis.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com