detikNews
Selasa 03 September 2019, 13:41 WIB

Tingkatkan Penetrasi, A3UI Siap Wadahi Agen Asuransi Umum

Hilda Meilisa - detikNews
Tingkatkan Penetrasi, A3UI Siap Wadahi Agen Asuransi Umum Foto: Istimewa
Surabaya - Meningkatkan minat masyarakat memberikan perlindungan dengan cara berasuransi, para agen di Surabaya mendeklarasikan Perkumpulan Ahli Agen Asuransi Umum Indonesia (A3UI). Perkumpulan ini diharapkan menjadi wadah profesi bermartabat dan berkemajuan, khususnya agen asuransi kerugian umum di Indonesia.

"Perkumpulan ini diharapkan mampu mendukung penetrasi dalam rangka meningkatkan kualitas maupun kuantitas salah satu sektor pelaku asuransi, khususnya agen asuransi kerugian umum di Indonesia," terangnya Ketua Umum A3UI, Baidi Montana, di sela seminar dan deklarasi pengurus A3UI 2019-2022 di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (3/9/2019).

Baidi Montana menambahkan A3UI membuat wadah bersama ini juga untuk mendukung agen asuransi umum dalam mengembangkan keahlian dan profesionalisme. Saat ini sudah ada permintaan untuk membuat DPD di kota besar yakni Jakarta, Semarang, Bandung, Denpasar, Balikpapan dan Medan. Dari data AAUI agen asuransi umum sekitar 38 ribu agen yang sudah tersertifikasi.

"Target pertama kita adalah 20 persen menjadi anggota A3UI dari 38 ribu agen asuransi umum. Sekarang anggota A3UI sebanyak 100 agen yang terdaftar, harapannya setelah dideklarasikan bakal lebih banyak yang tergabung," pungkasnya.

Sementara Wagub Jawa Timur Emil Dardak mengatakan, industri asuransi perlu memikirkan cara agar asuransi kerugian bisa dimanfaatkan oleh industri menengah lewat skema kolektif. Saat ini asuransi kerugian masih didominasi oleh nasabah dari industri besar saja. Hal ini tidak terlepas dari tidak mampunya UKM-UKM dalam mengakses asuransi secara individual. Ia berharap, ada skema asuransi kerugian yang bisa diambil secara kolektif.

"Tapi kalau kita agregasi upaya ini berbasis insurrance secara kolektif, mungkin itu bisa dicover. Apalagi kalau ada tools untuk risk management yang memungkinkan risiko dari kerusakan (kerugian usaha, red) bisa diturunkan. Ini menurut hemat kami, ini hal-hal yang kita harap bisa jadi pembahasan (di Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, red)," jelas Emil.


Ia menjelaskan, industri besar di Jawa Timur hanya sekitar 1.000-an saja dan mempekerjakan kurang lebih 2-10 persen tenaga kerja di sektor industri. Sedangkan, industri menengah yang berjumlah sekitar 22 ribu bisa mempekerjakan hingga sepertiga pekerja di seluruh Jawa Timur.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan, adanya asuransi kerugian di industri menengah mampu mendorong mengalirnya lebih banyak investasi di sektor rill.

"Ini kan (industri menengah, red) potensial sekali untuk memanfaatkan insurrance tadi. Kita berharap ketersediaan asuransi yang dipahami sektor rill dan juga diketahui manfaatnya oleh investor, akan memperlancar aliran dana dari investor ke investee. Maka ini mendorong perekonomian Indonesia," pungkasnya.

Kepala OJK Regional 4 Jatim, Heru Cahyono mengatakan industri asuransi secara umum berkembang baik di Jatim maupun nasional. Dilihat dari pendapatan premi dari triwulan ke triwulan ini meningkat.

"Di Jawa Timur porsinya 5-6 persen dari pendapatan premi nasional, jadi ini sangat bagus. Ditambah lagi perkembangan industri asuransi tentunya tidak terlepas dari kondisi perekonomian baik perekonomian nasional maupun daerah," jelasnya.

Sementara itu peran dari industri asuransi cukup signifikan juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomian nasional juga daerah.

"Karena industri asuransi ini menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali tentunya untuk tujuan perkembangan pembangunan. Seperti asuransi beli saham, asuransi beli obligasi ini kan otomatis jadi sumber dana bagi pemerintah," pungkas Heru Cahyono.
(hil/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com