10 Korban Predator Anak di Mojokerto Belum Terima Ganti Rugi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 28 Agu 2019 15:27 WIB
Muhammad Aris dimasukkan ke sel isolasi. (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Para korban predator anak di Mojokerto sampai saat ini belum menerima hak restitusi atau ganti rugi dari pelaku. Pihak kejaksaan baru akan berupaya mengajukannya ke Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

Terdapat 10 anak yang menjadi korban pemerkosaan Muhammad Aris (20), predator anak asal Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Sembilan anak berada di wilayah hukum Polres Mojokerto dan 1 anak di wilayah Polres Mojokerto Kota. Rata-rata usia korban masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).

Hak restitusi bagi para korban diatur dalam Pasal 71D ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2OO2 tentang Perlindungan Anak. Sementara itu, petunjuk teknisnya diatur dalam PP Nomor 43 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Restitusi bagi Anak yang Menjadi Korban Tindak Pidana.

"Kami akui belum ada pengajuan restitusi bagi para korban. Karena saat ini kami konsentrasi pada pelakunya," kata Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto Rudy Hartono saat dihubungi detikcom, Rabu (28/8/2019).


Rudy menjelaskan ganti rugi menjadi hak sembilan anak di Kabupaten Mojokerto yang menjadi korban kekerasan seksual Aris. Karena perbuatan Aris dinilai telah merusak masa depan para korban.

Menurut dia, kerugian materi maupun nonmateri yang dialami korban dikonversi dalam rupiah untuk diajukan keluarganya ke PN Mojokerto. Ganti rugi tersebut akan dibebankan kepada Aris setelah melalui putusan pengadilan.