detikNews
Senin 26 Agustus 2019, 11:50 WIB

Polisi Bojonegoro Ajak Warga Jaga NKRI dan Jawa Timur

Ainur Rofiq - detikNews
Polisi Bojonegoro Ajak Warga Jaga NKRI dan Jawa Timur Foto: Ainur Rofiq
Bojonegoro - Warga Papua yang tinggal di Bumi Angling Darmo Bojonegoro serukan cinta NKRI. Bahkan mereka juga berharap kerusuhan di Papua tidak terulang kembali. Mereka menyebut semua saudara.

Salah satu pelajar Papua mengaku dirinya dan kawan-kawan merasa aman dan nyaman selama tinggal di Bojonegoro.

"Kami senang di Bojonegoro dan nyaman tinggal dengan ibu guru dan para kawan semua," kata siswi SMK Bojonegoro asal Papua, Vero, Senin (26/8/2019).

Di Bojonegoro, selain sekolah warga Papua juga ada yang bekerja. Mereka berbaur dan saling berinteraksi dengan masyarakat. Bersama warga Papua, TNI dan Polri juga melakukan seruan mengajak cinta NKRI.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli menyerukan ke seluruh jajarannya melakukan deteksi dini agar tidak ada provokasi isu-isu sara yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa.


Selain itu jaminan keamanan dan kenyamanan warga luar Bojonegoro baik dari Papua maupun dari daerah lainnya juga diserukan penegak hukum di Bojonegoro.

Kapolres juga bertemu dengan pengurus asrama Santha dan pelajar Papua yang berada di Jalan Diponegoro Bojonegoro.

"Mari kita menenangkan diri dan tidak melakukan aksi-aksi yang mengganggu Kamtibmas yang pada akhirnya merugikan kita semua selaku warga negara Indonesia," kata kapolres.

Di hadapan pelajar Papua, kapolres mengimbau agar mereka tidak terprovokasi isu-isu SARA yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan. Kapolres juga menyatakan bahwa pihaknya menjamin keamanan warga Papua di Bojonegoro.

"Mari kita jaga silaturahmi dan persatuan, jangan sampai terprovokasi isu SARA, dan Polres Bojonegoro menjamin keamanan warga Papua. Mari jogo Jawa Timur bareng-bareng dan jogo Bojonegoro bareng-bareng demi NKRI," tandas kapolres.


Dia mengharapkan informasi atau berita tidak jelas yang bisa menimbulkan konflik, jangan mudah terprovokasi. Harus klarifikasi informasi atau berita tersebut kepada pihak kepolisian.

Sebab banyak informasi hoax yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab guna memprovokasi masyarakat agar ricuh.

"Intinya, masyarakat harus berpikir logis. Jangan mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang kini menyebar, yang berupaya memperkeruh suasana, apalagi sampai melakukan aksi anarkis," pungkasnya.



Tonton Blak-blakan Said Aqil: Dakwah Ala Wali & NKRI Syariah:

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com