detikNews
Senin 26 Agustus 2019, 10:18 WIB

Khofifah Bicara Pesan Bung Karno di Depan Organisasi Kemahasiswaan

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Khofifah Bicara Pesan Bung Karno di Depan Organisasi Kemahasiswaan Gubernur Khofifah (kanan)/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendorong organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan untuk melakukan diversifikasi profesi. Menurutnya, ini penting dilakukan karena banyak perusahaan e-commerce dan start up Indonesia yang kesulitan mencari staf dengan spesifikasi tertentu, seperti coding.

Padahal, di luar sana masih banyak masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan. Menurut Khofifah, saat ini telah terjadi perubahan tren ekonomi global. Hal ini ditandai dengan munculnya gig economy, gig worker, online gig economy dan sharing economy.

"Ini artinya ada missmatch atau ketidaksesuaian antara apa yang dibutuhkan perusahaan dengan skill para lulusan. Di sinilah pentingnya penajaman fokus berseiring dengan diversifikasi profesi," kata Khofifah saat memberikan kuliah umum Advance Training Latihan Kader III Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Timur 2019 di Islamic Center Surabaya, Minggu (25/8/2019) malam.

Khofifah mencontohkan beberapa perusahaan e-commerce dan start up Indonesia yang sudah unicorn dan decacorn masih kesulitan mencari staf dari dalam negeri.


"Secara kontinyu kita harus melakukan pemetaan atas perubahan geo strategis ekonomi, teknologi maupun budaya. Baik nasional maupun global. Hari ini eranya gig economy, kecenderungan millenial tertarik pada gig worker, lingkungan strategis kita harus segera merespons dengan eko sistem yang dapat menjawab kebutuhan tersebut," terangnya.

"Hari ini untuk melahirkan sturt up masuk kelas unicorn apalagi decacorn kita butuh spesifikasi ahli yang cukup banyak misalnya untuk coding. Kita harus segera sinergi dengan perguruan tinggi spesifikasi seperti ini bisa disupport dari jurusan apa atau memiliki kualifikasi seperti apa sehingga antara kebutuhan kerja dan para lulusannya matching," imbuhnya.

Khofifah pun mengajak semua pihak termasuk HMI untuk ikut melakukan diversifikasi profesi dengan menyiapkan kader berketrampilan khusus. Hal ini bisa dilakukan melalui sinergitas dengan berbagai elemen termasuk pemerintah.

Selain itu, Khofifah menilai tantangan industri dan ekonomi dunia saat ini mendorong semua pihak harus melakukan banyak inovasi dan percepatan antisipasi. Agar tetap unggul diterpa daya saing yang cukup ketat.


Di kesempatan yang sama, Khofifah juga sempat menyinggung pesan Bung Karno. Mantan Menteri Sosial ini mengatakan ada tiga hal yang harus disiapkan oleh sebuah bangsa yang sedang membangun. Yaitu human skill investment, material investment dan mental investment.

Menurut Khofifah, saat ini bangsa Indonesia masih harus bekerja keras untuk melakukan ketiganya. Misalnya tentang material investment, terkait berbagai pemenuhan kebutuhan percepatan pembangunan infrastruktur.

Sedangkan Human skill investment terkait penyiapan ketrampilan manusia Indonesia. Sementara Mental investment terkait karakter manusia Indonesia yang punya kekuatan untuk mewujudkan kedaulatan di bidang politik, kemandirian di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya.

"Latihan kader sekelas advance training ini akan dapat melahirkan pemimpin dengan kualifikasi integritas moral dan karakter bangsa yang kuat (mental investment) . Nanti hasilnya akan terlihat saat mereka menjadi pemimpin dan saat melakukan proses pengambilan keputusan strategis nasional-global yang berdampak pada harkat dan martabat bangsa. Inilah bagian dari mental investment yakni penyiapan mental dan karakter pemimpin bangsa ke depan," pungkasnya.



Tonton video Staf Khusus Presiden Untuk Papua Bertemu Khofifah dan Risma:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com