detikNews
Minggu 25 Agustus 2019, 22:22 WIB

Korban Pesta Miras Dibawa ke RS Situbondo Secara Bergelombang

Ghazali Dasuqi - detikNews
Korban Pesta Miras Dibawa ke RS Situbondo Secara Bergelombang Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Pesta minuman keras (miras) di Situbondo merenggut nyawa tiga remaja. Para korban meregang nyawa saat sudah dilarikan ke rumah sakit. Mereka tiba di RSUD Besuki secara bergelombang, dengan kondisi cukup parah. Karena itu, pihak RSUD Besuki segera melakukan rujukan para korban ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.

"Tanggal 24 Sabtu dini hari itu, ada pasien usia masih muda datang ke UGD. Kondisinya tidak sadar atau kesadaran menurun. Entah karena miras atau yang lain, kami tidak tahu pasti. Karena saat itu langsung kita rujuk agar mendapat penanganan lebih lanjut," kata dr Sedono, dokter jaga RSUD Besuki, Minggu (25/8/2019).

Selang beberapa jam, datang pasien lagi dengan kondisi serupa. Karena itu, pihak RSUD Besuki kembali melakukan rujukan ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Tak hanya itu. Siang harinya kembali datang pasien dengan kondisi yang sama. Lagi-lagi, pihak RSUD Besuki merujuk si pasien ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.

"Hasil pemeriksaan medis seperti keracunan. Apakah karena miras, obat, atau yang lain kami tidak bisa tahu. Karena langsung dilakukan rujukan. Meninggal atau tidak kami juga tidak tahu. Karena saat dilakukan rujukan pasien belum meninggal," papar dr Sadono.


Hal serupa juga dituturkan Badrus, kerabat salah satu korban tewas. Menurut dia, keponakannya si ZI sempat mendatangi rumahnya untuk menemui neneknya, Jumat (23/8) selepas maghrib. Dia sempat mengeluh pusing, lalu minta dipijat dan dikerokin. Berikutnya, korban sempat tidur. Namun, sebelum tidur korban sempat mengira kondisinya itu akibat efek dari minum-minuman semalam.

"Sekitar jam setengah dua belas, keponakan saya terbangun dan buru-buru menemui saya. Saat itu dia mengeluh sesak nafas. Langsung saya bawa ke puskesmas, tapi tidak mampu dan katanya over dosis," paparnya.

Sehingga, korban langsung dirujuk ke RSUD Besuki. Di tempat ini, kondisi korban memburuk hingga mengalami kejang-kejang. Pihak RSUD tidak tahu penyebab korban demikian. Berikutnya, korban dirujuk lagi ke RSUD Situbondo. Namun, di perjalanan nyawa korban tidak tertolong.

"Sampai di lampu merah Elizabeth itu, keponakan saya sudah meninggal. Terus dibawa ke RSUD Situbondo, sempat pakai alat kejut jantung. Tapi sudah meninggal," tandas Badrus.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com