detikNews
Minggu 25 Agustus 2019, 09:18 WIB

Festival Ojhung Puncaki Perayaan HUT RI dan Hari Jadi Situbondo

Ghazali Dasuqi - detikNews
Festival Ojhung Puncaki Perayaan HUT RI dan Hari Jadi Situbondo Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Festival Ojhung memuncaki perayaan HUT RI ke 74 dan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-201. Satu per satu petarung duel menggunakan cambuk berbahan rotan. Setiap petarung memiliki kesempatan sama menyabetkan cambuknya ke tubuh lawan. Yakni tiga kali secara bergantian.

Di sinilah, kemahiran dan kelihaian petarung ojhung melakukan duel sangat menentukan. Baik ketika menyabetkan cambuknya ke tubuh lawan, maupun saat menghindar dan menangkis cambukan lawan.

Selama ini ojhung tak hanya menjadi seni bertarung satu lawan satu menggunakan cambuk rotan saja. Tetapi, juga merupakan tradisi masyarakat Situbondo saat acara selamatan desa, sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur.

"Ojhung ini merupakan salah satu ikon kesenian yang ada di Situbondo. Makanya, harus terus dijaga kelestariannya. Ojhung banyak diselenggarakan di selamatan desa. Kami bersyukur karena sekarang sudah jadi festival kabupaten," kata Ketua Dewan Kesenian Situbondo, Edy Supriyono kepada detikcom, Minggu (25/8/2019).

Pengamatan detikcom menyebutkan, Festival Ojhung yang diselenggarakan Pemkab Situbondo sengaja dilaksanakan di Alun-alun, pada Sabtu (24/8) malam. Sehingga menjadi daya tarik dan hiburan tersendiri bagi warga yang menikmati malam mingguan. Tak heran, Festival Ojhung yang digelar di Alun-Alun Situbondo ini cukup menyita perhatian.


Sudah menjadi kewajiban, setiap petarung ojhung harus memakai sarung dan kopyah, tanpa mengenakan baju. Pertandingan satu lawan satu ini akan saling mencambuk menggunakan rotan. Cambukan yang mengenai tubuh lawan akan langsung ditandai oleh wasit. Siapa yang cambukannya paling banyak mengenai tubuh lawan, dialah pemenangnya.

"Festival Ojhung ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian acara HUT RI ke 74 dan Harjakasi ke 201," ujar Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto dalam sambutannya, Sabtu (24/8/2019) malam.

Menurut bupati, kesenian ojhung ini tradisi masyarakat yang sudah ada sejak dulu. "Ini merupakan tradisi turun temurun yang tetap dan harus kita lestarikan," lanjut Bupati.

Sebelum Festival Ojhung dimulai, sejumlah kesenian khas Kabupaten Situbondo ditampilkan. Salah satunyai Tari Landung, tarian khas Situbondo yang seringkali ditampilkan dalam acara seremonial Kabupaten Situbondo.

"Sepanjang Bulan Agustus sudah banyak yang kami lakukan, mulai dari pagelaran lomba sampai ke hal-hal yang sakral. Ini upaya untuk mengenang dan menghormati para pahlawan. Mari kita rajut rasa kebersamaan kita untuk keutuhan NKRI," tandas Bupati Dadang.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com