detikNews
Minggu 25 Agustus 2019, 09:06 WIB

Kisah Nenek Tunanetra Rawat Cucunya yang Terkena Kanker di Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kisah Nenek Tunanetra Rawat Cucunya yang Terkena Kanker di Jombang Tunanetra Rawat Cucunya yang Terkena Kanker/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Seorang nenek penyandang tunanetra harus berjuang merawat cucu angkatnya yang terkena kanker. Dia mencari nafkah dengan menjadi tukang pijat.

Dia adalah Muntiyah (63), warga Dusun/Desa Puton, Kecamatan Diwek, Jombang. Dia menjadi tunanetra sejak 14 tahun yang lalu. Janda yang tak mempunyai anak ini tidak tahu pasti penyebab penglihatannya tiba-tiba tidak berfungsi kala itu.

Sejak suaminya meninggal karena sakit liver 22 tahun silam, Muntiyah hidup berdua dengan cucu angkatnya, Slamet (22). Slametlah yang selama ini menjaga Muntiyah di rumah sederhana Dusun Puton.

"Slamet tidak bekerja, yang kerja saya sendiri, saya kerja mijat," kata Muntiyah kepada wartawan di rumahnya, Minggu (25/8/2019).

Dia menjelaskan, Slamet terkena kanker nasofaring dan leukemia sejak 1,5 tahun yang lalu. Selama ini Slamet menjalani kemoterapi di RSU dr Soetomo, Surabaya.

"Selama setahun kemoterapi. Saya bayar orang untuk jaga Slamet. Ke Surabaya pakai mobil desa," ungkapnya.


Muntiyah mengaku membayar orang yang mengantarkan Slamet ke RSU dr Soetomo. Dia hanya mengandalkan penghasilannya sebagai tukang pijat.

Sehari Muntiyah hanya bisa memijat dua orang saja di rumahnya. Setiap pasien membayar Rp 20 ribu saja. Itu pun tak selalu ada pasien yang meminta jasa pijatnya. Sementara biaya pengobatan Slamet menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Biaya (antar Slamet ke RSU Dr Soetomo) dari penghasilan saya mijat," ujarnya.

Sejak sepekan yang lalu, kondisi kesehatan Slamet memburuk. Sampai saat ini dia dirawat di RSUD Jombang. Para tetangga Muntiyah bergantian menjaganya di rumah sakit.

Sementara Muntiyah tinggal seorang diri di rumahnya. Sesekali tetangganya datang menjenguknya untuk memberi makanan.

"Biasanya dikasih beras dan makanan oleh tetangga," terang Ketua RT 4 RW 2 Dusun Puton, Pa'i.

Karena keterbatasan penglihatannya, Muntiyah jarang masak makanan sendiri. Beruntung dia mempunyai tetangga yang peduli.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com