50 Anggota DPRD Tulungagung Dilantik, Tersangka KPK Jadi Ketua Sementara

50 Anggota DPRD Tulungagung Dilantik, Tersangka KPK Jadi Ketua Sementara

Adhar Muttaqin - detikNews
Sabtu, 24 Agu 2019 19:01 WIB
Puluhan Anggota DPRD Tulungagung Dilantik/Foto: Adhar Muttaqin
Puluhan Anggota DPRD Tulungagung Dilantik/Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung - Puluhan anggota DPRD Tulungagung periode 2019-2024 resmi dilantik. Ketua DPRD lama Supriyono yang berstatus tersangka dugaan korupsi KPK ikut dilantik dan ditunjuk sebagai ketua dewan sementara.

Dalam pelantikan yang diselenggarakan di Gedung DPRD Tulungagung tersebut terdapat satu anggota yang tidak ikut dilantik hari ini yakni Asrori dari Partai Golkar, karena sedang menjalankan ibadah haji. Proses pelantikan satu anggota yang tersebut akan dilakukan menyusul setelah alat kelengkapan dewan terbentuk.

Sekretaris DPRD Tulungagung, Budi Fatahilah, mengatakan pelantikan 49 dari 50 anggota legislatif tersebut sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur. Terkait pelantikan Supriyono pihaknya memastikan telah sesuai mekanisme dan nama yang bersangkutan masuk dalam SK gubernur.

"Kita sesuai dengan SK gubernur yang saya bacakan dan semua nama muncul, jadi tidak ada masalah. Ketua (Supriyono) tetap jadi anggota dewan. seperti yang kita lihat bersama-sama," kata Budi Fatahilah, Sabtu (24/8/2019).

Status Supriyono sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi menjadi sorotan KPU Tulungagung. Penyelenggara pemilu tersebut sempat mengusulkan ke Gubernur Jawa Timur agar pelantikan mantan Ketua DPC PDIP Tulungagung itu ditunda hingga yang bersangkutan berstatus hukum tetap.


Usulan itu didasarkan pada Pasal 33 PKPU RI Nomor 5 Tahun 2019, dimana dalam aturan itu dijelaskan calon anggota DPRD kabupaten/kota terpilih yang berstatus tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi, KPU menyampaikan usulan penundaan pelantikan kepada Gubernur.

Namun upaya KPU tidak dikabulkan gubernur lantaran tidak disertai dengan bukti atau surat keterangan resmi dari lembaga yang menangani kasusnya, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara itu Ketua DPC PDIP Tulungagung Susilowati membenarkan penunjukan Supriyono sebagai ketua sementara merupakan usulan dari partainya, hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan, karena Supri telah memimpin lembaga legislatif selama lima tahun terakhir.

"Ini bentuk penghormatan kepada baliau, kemarin juga sudah kami bahas di DPC PDIP. Sedangkan untuk ketua dewan definitif nantinya kami mengusulkan tiga nama yakni Pak Supriyono, saya sendiri dan Pak Marsono. Kami juga sudah fit and proper test di Jakarta," jelas Susilowati.

Di sisi lain Supriyono mengaku akan menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pimpinan sementara hingga terbentuknya seluruh alat kelengkapan dewan. Pihaknya menjelaskan, kinerja anggota dewan baru tersebut akan mulai aktif pada Senin mendatang.


"Kami akan segera bentuk alat kelengkapan dewan, kami perkirakan proses pembentukan akan selesai sekitar 10 hari," kata Supriyono.

Pihaknya menjelaskan, salah satu program kerja di awal masa jabatan ini adalah penyelesaian pemilihan Wakil Bupati Tulungagung.

Supri menyebut, 50 anggota dewan terpilih tahun ini 37 diantara merupakan petahana dan 13 orang merupakan anggota dewan baru. Sedangkan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif kali ini berjumlah lima orang.

"Untuk periode ini keterwakilan perempuan masih sama dengan sebelumnya, yakni lima orang. Sebetulnya kami berharap keterwakilan perempuan bertambah," ujarnya. (fat/fat)