detikNews
Sabtu 24 Agustus 2019, 17:54 WIB

Sebut Santrinya Tewas Terjatuh, Pengurus Ponpes Diklarifikasi Polisi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sebut Santrinya Tewas Terjatuh, Pengurus Ponpes Diklarifikasi Polisi Pengurus PP Mambaul Ulum didampingi kuasa hukumnya/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Pengurus Ponpes Mambaul Ulum di Mojokerto harus berususan dengan polisi akibat salah menyebut penyebab tewasnya seorang santri. Dua pengurus ponpes dimintai klarifikasi oleh polisi terkait pernyataan mereka di media massa.

Kuasa Hukum Ponpes Mambaul Ulum Agus Sholahuddin mengatakan, klarifikasi dilakukan anggota Satreskrim Polres Mojokerto terhadap 2 pengurus pondok, Jumat (23/8) sore. Yaitu Pengurus Pondok Putra Mahfuddin Akbar dan Pengurus Pondok Putri Anisatul Fadilah.

"Pihak polres mengklarifikasi karena disinyalir pondok menutup-nutupi kasus ini. Kemarin sore polisi datang ke pondok," kata Agus kepada wartawan di Ponpes Mambaul Ulum, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Sabtu (24/8/2019).

Klarifikasi tersebut, lanjut Agus, terkait pernyataan Fadilah kepada wartawan pada Selasa (20/8). Saat itu Fadilah menampik terjadi penganiayaan yang berujung tewasnya santri Ari Rivaldo (16), asal Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo.


Fadilah menyebut Ari tewas akibat terjatuh dari tangga lantai dua asrama santri Ponpes Mambaul Ulum. Karena korban kelelahan setelah mengikuti lomba gerak jalan HUT Kemerdekaan RI ke 74 sehari sebelumnya.

Ternyata hasil penyelidikan polisi berkata lain. Ari tewas setelah dianiaya oleh WN (17), santri senior asal Kecamatan Pacet, Mojokerto, Senin (19/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Tengkorak belakang korban pecah akibat ditendang pelaku sehingga kepalanya membentur dinding kamar asrama. Korban tewas saat dirawat di RSI Sakinah, Selasa (20/8) sekitar pukul 12.00 WIB.

"Pondok sudah menjelaskan ke polisi karena semuanya saat itu panik. Gus Didin (Mahfuddin) dan Ning Dila (Fadilah) panik, pengasuh juga panik. Sehingga langsung ke rumah sakit tanpa memperhatikan apa yang terjadi, tapi fokus ke penanganan korban," terang Agus.

Beruntung pernyataan yang salah dari Fadilah tidak berbuntut panjang. Menurut Agus, klarifikasi oleh polisi sebatas untuk menangkal isu Ponpes Mambaul Ulum menutup-nutupi kasus penganiayaan di lingkungan pesantren.


"Klarifikasi untuk meng-counter isu seakan pondok menutupi. Klarifikasi supaya pondok terbuka, tidak sampai diperkarakan," ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery membenarkan pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap pengurus PP Mambaul Ulum. Dia juga membenarkan kesalahan pernyataan Fadilah terkait penyebab kematian korban tidak sampai dibawa ke ranah pidana.

"Tidak (dikenakan pasal pidana) mas," tegas Fery melalui pesan WhatsApp kepada detikcom.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com