detikNews
Jumat 23 Agustus 2019, 12:21 WIB

Bupati Trenggalek Kantongi Dua Anggota DPRD Kandidat sebagai Wabup

Adhar Muttaqin - detikNews
Bupati Trenggalek Kantongi Dua Anggota DPRD Kandidat sebagai Wabup Bupati Trenggalek sekaligus Ketua DPC PDIP, Mochammad Nur Arifin/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin menargetkan pengisian posisi kursi wakil bupati akan dilakukan sebelum pergantian anggota DPRD. Pihaknya telah mengantongi nama yang siap diajukan ke parlemen.

Saat ditemui wartawan di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek, pria yang juga Ketua DPC PDIP, mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan pembahasan bersama lima partai pengusung (PDIP, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN) dan dua partai pendukung (PPP, Partai Hanura).

Dalam pembahasan itu, setiap partai koalisi diberikan kesempatan untuk menyerahkan dua nama guna dikerucutkan untuk diajukan ke DPRD.

"Dari tujuh parpol koalisi hanya empat yang menyerahkan nama, sehingga totalnya ada 8 nama. Sedangkan PDIP tidak mengajukan karena kadernya sudah menjadi bupati, sehingga tidak elok apabila semua mau dikuasai," kata Arifin saat dikonfirmasi, Jumat (23/8/2019).

Sedangkan dua partai lain yang tidak mengajukan nama adalah partai pendukung yakni PPP dan Partai Hanura. Partai tersebut menyadari hanya menjadi pengusung, sehingga memilih untuk mengikuti dinamika politik yang ada.


Bupati Arifin menambahkan dari total delapan nama yang masuk, dia telah memilih dua nama untuk diajukan ke panitia pemilihan di DPRD Trenggalek. Namun pihaknya enggan menyebut langsung dua nama yang dipilih.

Pengumuman nama akan disampaikan jika telah disampaikan ke dewan. Namun bupati memberikan bocoran, dua nama yang ia pilih berasal dari kalangan legislatif, salah satunya merupakan mantan birokrat.

"Tetapi saya tidak akan sebut sekarang karena dua nama itu kita kembalikan lagi ke koalisi, nanti kan yang harus bertanda tangan semua partai koalisi artinya dua nama itu sudah saya sampaikan tapi ternyata di dalam diskusi malam tadi, ada beberapa partai yang masih mempertimbangkan kembali," ujarnya.

Arifin menyadari dalam penentuan dua kandidat yang akan dipilih oleh DPRD tidak bisa memuaskan seluruh partai koalisi. Pihaknya mengaku akan melakukan komunikasi untuk menyinkronkan dua nama yang dipilih.

"Partai yang usulkan nama ada empat dan nama yang diajukan tidak sama, ya otomatis tidak bisa memenuhi semua keinginan partai," imbuhnya.


Saat ini pengusulan kandidat wabup ke DPRD masih menunggu persetujuan dan tanda tangan dari masing-masing ketua partai koalisi. Arifin menargetkan, proses pengisian wakil bupati akan dilakukan kalangan legislatif sebelum pelantikan anggota DPRD yang baru 26 Agustus mendatang.

"Kami hadap proses ini bisa berjalan lancar dan mendapat wakil sesuai kriteria yang kami ajukan, yang bisa komunikasi ke legislatif dan lintas sektor," kata Arifin.

Sementara Ketua DPC Partai Gerindra Trenggalek Nurhadi Rokhmad mengatakan, proses penentuan dua nama membutuhkan proses yang rumit. Sebab masing-masing partai koalisi berkeinginan nama yang diusulkan bisa dipilih.

"Yang dipilih bupati tadi malam itu adalah Samsuri (Anggota DPRD dari Partai Golkar) dan Nur Efendi (Anggota DPRD dari Partai Gerindra)," kata Nurhadi.

Dikatakan, kesepakatan untuk mengerucutkan dua nama berjalan alot, sebab nama yang dipilih bupati tersebut tidak ada di usulan beberapa parpol koalisi.

"Kalau nama Samsuri itu ada di usulan Golkar dan PAN, sedangkan Nur Efendi itu muncul di usulan Gerindra. Sebetulnya ada beberapa nama yang muncul di usulan tiga partai pengusung, tapi tidak dipilih bupati," imbuhnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com