detikNews
Jumat 23 Agustus 2019, 08:25 WIB

Mengintip Tumpangsari Kakao dan Kolam Ikan Nila di Kampung Cokelat Blitar

Erliana Riady - detikNews
Mengintip Tumpangsari Kakao dan Kolam Ikan Nila di Kampung Cokelat Blitar Kakao dan kolam ikan nila di Kampung Cokelat, Blitar/Foto: Erliana Riady
Blitar - Sistem tumpangsari kakao dan kolam ikan nila tengah dikembangkan di Blitar. Selain memaksimalkan pemanfaatan lahan, sistem itu juga bisa datangkan keuntungan ganda.

Sistem tumpangsari ini menjadi konsep baru dalam edukasi di Kampung Cokelat, Kademangan, Kabupaten Blitar. Di lahan seluas 4,5 hektare, ada 30 kolam ikan nila.

Kolam ukuran 2 x 6 meter ini masing-masing menampung sekitar 2.000 bibit ikan nila. Kerennya, seluruh kolam dibuat di bawah deretan pohon kakao.

"Di sini merupakan pusat edukasi budidaya kakao. Kami kembangkan konsep baru untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan. Saat ini, sistem tumpangsari. Tapi bukan tanaman menumpangi tanaman lainnya. Melainkan pohon kakao di atas kolam ikan nila," kata Head Office Kampung Cokelat, Edi Purwanto pada detikcom, Jumat (23/8/2019).


Karena mengusung idealisme wisata edukasi, setiap pengunjung bisa menanyakan secara detail mengenai semuanya. Mulai dari proses pembibitan dan budidaya kedua potensi ini.

"Iya semua pengunjung ditambah wahana edukasinya. Bisa kasih makan ikan, memancing dan bertanya semua hal yang ada di sini. Baik tentang kakao atau kolam ikan nila," imbuhnya.

Wahana baru ini banyak diminati kalangan milenial dan pensiunan yang ingin membuat usaha sendiri. Mereka datang untuk menimba ilmu sekaligus relaksasi.


"Wahana edukasi ini keuntungannya ganda. Tidak hanya bagi kami, tentu juga buat para pengunjung. Selain dapat ilmu, mereka bisa bawa pulang hasil memancingnya. Kalau bagi kami, keuntungan gandanya ya bisa panen kakao dan ikan nila tentunya," ujar Edi dengan tertawa.

Suasana kolam yang teduh, rindang dan sejuk sangat memanjakan pengunjung untuk berlama-lama di sana. Bahkan, yang awalnya tidak suka memancing berubah menjadi ketagihan setelah merasakan atmosfer berbeda yang bisa dinikmatinya.

"Awalnya ngantar anak istri ke sini. Sambil nunggu mereka, saya lihat kolam lalu nyoba mancing. Eh dapat banyak. Sekarang sayanya ketagihan. Datang sendiri ke sini, soalnya asyik kalau mancing sambil banyak belajar usaha di sini," pungkas Agung Priyatno, pengunjung asal Srengat.



Tonton video Intip Kerajinan Batok Kelapa di Blitar yang Tembus Pasar Global:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com