Pemprov dan TNI AL Bedah 867 Rumah Tak Layak Huni di Jatim

Pemprov dan TNI AL Bedah 867 Rumah Tak Layak Huni di Jatim

Titania Dewanti - detikNews
Rabu, 21 Agu 2019 20:17 WIB
Khofifah saat menyambangi warga di Lamongan (Foto: Istimewa)
Khofifah saat menyambangi warga di Lamongan (Foto: Istimewa)
Lamongan - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono menyambangi rumah Asmawati dan Yusuf, warga Sukomulyo, Lamongan.

Rumah mereka yang sudah doyong lantaran hanya ditumpu oleh anyaman bambu, kini mulai direnovasi oleh Pemprov Jatim bekerja sama dengan TNI AL khususnya Lantamal V. Dinding rumah keluarga kecil ini mulai direnovasi menggunakan batu bata, lantainya pun akan diperbaiki.

Rumah keluarga Asmawati ini masuk dalam kriteria dari 84 rumah yang tak layak huni di Lamongan yang bakal direnovasi oleh Pemprov bersama Lantamal V. Khofifah dan Tedjo secara simbolis meletakkan batu bata pembangunan rumah tidak layak huni di tempat Asmawati.

"Alhamdulillah, ini adalah bantuan pemerintah yang kami sangat syukuri. Sebelumnya rumah kami ini sudah doyong atapnya," kata Asmawati, Rabu (21/8/2019) .


Tak hanya itu, selain rumah Asmawati dan Yusuf, total ada sebanyak 867 rumah tak layak huni di Jawa Timur yang direnovasi dalam program kerjasama Pemprov Jatim dengan Lantamal V.

Rumah yang direnovasi itu tersebar di pesisir Kabupaten Probolinggo 60 unit, Pasuruan 100 unit, Lamongan 84 unit, Tuban 26 unit, Bangkalan 31 unit, Sampang 10 unit, Pamekasan 159 unit Banyuwangi 115 unit, Situbondo 65 unit, Jember 30 unit, Malang 25 unit, Trenggalek 50 unit, Tulungagung 32 unit, Blitar 30 unit, dan Pacitan 50 unit.

"Harapan kami program ini akan berseiring dengan upaya mewujudkan Jatim Sejahtera. Karena mewujudkan kesejahteraan masyarakat itu pintunya banyak sekali. Ada yang lewat renovasi rumah supaya layak huni dan sehat, lewat pendidikan, lewat pengembangan UKM dan lain-lain," kata Khofifah.

Maka dari itu Khofifah mengucapkan terima kasih pada jajaran Lantamal V terutama Dantamal yang bersinegi dalam Karya Bakti TNI AL tahun 2019 di Jatim dengan melaksanakan program renovasi rumah tidak layak huni.

Menurut Khofifah melakukan renovasi rumah menjadi layak huni banyak multiplier effect-nya. Sebab dengan direnovasi menjadi layak huni, maka MCK pada rumah tersebut akan lebih baik. Hal ini menjadi salah satu upaya memerangi stunting.


"Hari ini kita masih punya problem stunting. Satu hal yang harus dilakukan untuk mengurangi stunting bukan hanya memperbaiki asupan gizinya, tapi juga menjadikan rumah tinggalnya sehat. Termasuk rumah sehat adalah rumah yang MCK-nya berbasis rumah tangga bukan komunal," tegasnya.

Oleh sebab itu, Khofifah mengatakan bahwa renovasi 867 rumah tak layak huni di Jatim dengan hibah anggaran Rp 10 miliar ini adalah kesatuan upaya peningkatan IPM Jawa Timur.

"Banyak yang bisa terupgrade dari program renovasi rumah ini. Warga bisa beribadah lebih khusyuk, anak belajar bisa lebih tenang," ucap Khofifah.

Di sisi lain, Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono mengatakan bahwa ada kriteria rumah yang mendapatkan bantuan renovasi ini. Rumah yang masih berlantai tanah, dinding dari bilik bambu dengan atap rumbia atau daun kelapa dan, tidak memiliki pekerjaan tetap, serta janda atau jompo.

"Dengan adanya program ini, diharapkan tidak hanya akan menunjang masyarakat dalam pemerataan pembangunan di wilayah Jawa Timur ini. Tapi juga warga bisa memiliki hunian yang lebih layak dan bersih guna mendukung kesehatan masyarakat," ungkapnya. (iwd/iwd)