detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 18:39 WIB

Ini Pemicu Penganiayaan yang Tewaskan Santri Ponpes di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ini Pemicu Penganiayaan yang Tewaskan Santri Ponpes di Mojokerto Jenazah korban saat hendak dimasukkan ke dalam mobil/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Seorang santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum di Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Mojokerto tewas setelah dianiaya seniornya. Penganiayaan dipicu korban yang nekat keluar dari lingkungan pondok tanpa izin.

Kapolsek Mojosari Kompol Anwar Sudjito mengatakan, penganiayaan terjadi di kamar asrama ponpes yang ditempati korban bernama Ari Rivaldo (16) pada Senin (19/8) tengah malam. Di kamar tersebut, Ari tinggal bersama temannya, Putra Gilang (15), santri asal Desa/Kecamatan Menganti, Gresik.

Awalnya pelaku berinisial WN (17) mendatangi korban ke kamar asramanya. Santri senior asal Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto itu mendapati Ari tidak ada di dalam kamarnya. Saat itu WN bersama seorang temannya sesama santri senior.


"Korban bersama temannya keluar dari lingkungan pondok tanpa izin. Kemudian dicari ketemu, diajak balik ke kamar korban," kata Anwar kepada wartawan usai olah TKP di Ponpes Mambaul Ulum, Selasa (20/8/2019).

Di dalam kamar tersebut, lanjut Anwar, Ari dianiaya oleh WN. Santri asal Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo itu dipukul dengan tangan kosong dan ditendang pelaku sebanyak dua kali. Tendangan dan pukulan pelaku mengakibatkan kepala belakang sebelah kanan korban membentur dinding sehingga terluka.

"Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tapi korban meninggal di RSI Sakinah. Korban luka di kepala belakang sebelah kanan," terangnya.


Pada saat yang sama, rekan WN juga menganiaya Putra Gilang. Namun Anwar memastikan Putra tidak terluka. Sehingga pihaknya fokus menyelidiki kasus penganiayaan yang menewaskan Ari.

"Karena korban satunya dipukuli tapi tidak ada luka," tandasnya.

Polisi telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari 4 saksi mata. Petugas menyita barang bukti berupa selimut, kasur lipat dan pakaian milik Ari yang terdapat bercak darah.

Kasus penganiayaan ini telah diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. Karena pelaku berusia di bawah umur, yaitu 17 tahun. Polisi belum menetapkan WN sebagai tersangka.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com