detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 18:25 WIB

Korlap Aksi di Asrama Papua Calegnya, Gerindra Jatim Minta Tak Dikaitkan

Hilda Meilisa - detikNews
Korlap Aksi di Asrama Papua Calegnya, Gerindra Jatim Minta Tak Dikaitkan Korlap Aksi Ormas Surabaya Tri Susanti atau Mak Susi (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Salah satu kelompok yang mendatangi Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya dikomandoi oleh Tri Susanti atau Mak Susi, yang akhirnya meminta maaf. Susi diketahui pernah menjadi caleg Gerindra.

Susi merupakan calon legislatif DPRD Surabaya Dapil 3 nomor 8 dari Partai Gerindra. Selain itu, nama Susi juga sempat dikenal masyarakat saat menjadi saksi Prabowo dalam kasus sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi.

Sekretaris DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad mengatakan tidak tahu menahu terkait apa yang dilakukan Susi di AMP. Sadad menegaskan Prabowo sejak dulu terkenal memiliki kedekatan dengan masyarakat Papua.

"Kalau Gerindra itu kan jelas sikapnya Pak Prabowo itu seperti apa ke Papua. Kita ini banyak kader kan, setiap tahun banyak yang masuk dari Papua juga. Pak Prabowo punya hubungan yang dekat dengan Papua," kata Sadad kepada wartawan di Surabaya, Selasa (20/8/2019).


Sadad menambahkan apa yang dilakukan Susi merupakan tindakan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan Gerindra.

"Kalau ada misalnya siapapun, Bu Susi misalnya, dia bertindak di belakang seperti itu kan, itu tidak ada sangkut pautnya dengan Gerindra. Mungkin itu secara pribadi," imbuhnya.

Sementara itu, Sadad juga tidak mengetahui apakah benar Susi terdaftar sebagai kader Gerindra atau tidak. Yang jelas, Sadad menegaskan apa yang dilakukan Susi tak berhubungan dengan Gerindra.

"Saya juga belum tahu apakah beliau kader Partai Gerindra apa bukan. Itu tidak ada kaitannya dengan Partai Gerindra," pungkasnya.


Sebelumnya, Susi sempat meminta maaf kepada masyarakat Papua. Namun Susi menegaskan tindakannya dengan Ormas Surabaya mendatangi AMP untuk menegakkan hukum terkait isu pembuangan dan pengrusakan bendera merah putih.

Susi juga menegaskan pihaknya tidak melontarkan kalimat rasis hingga melakukan pengusiran kepada mahasiswa Papua di AMP di Jalan Kalasan Surabaya.

"Kami atas nama masyarakat Surabaya dan dari rekan-rekan ormas menyampaikan permohonan maaf apabila ada masyarakat atau pihak lain yang sempat meneriakkan itu. Kami ini hanya ingin menegakkan bendera merah putih di sebuah asrama yang selama ini mereka menolak untuk memasang. Jadi ini bukan agenda yang pertama kali," papar Susi.




Tonton Video Gubernur Sulsel Jamin Keamanan Pascabentrok di Asrama Papua:

[Gambas:Video 20detik]


(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com