Keluarga Besar Papua di Surabaya Cangkrukan Bareng Forkopimda Jatim

Keluarga Besar Papua di Surabaya Cangkrukan Bareng Forkopimda Jatim

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 20 Agu 2019 00:35 WIB
Saat Keluarga Besar Papua di Surabaya cangkrukan bareng Forkopimda Jatim/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Saat Keluarga Besar Papua di Surabaya cangkrukan bareng Forkopimda Jatim/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Suasana Rumah Dinas Kapolda Jatim di Jalan Bengawan Surabaya terasa lebih hangat malam ini. Alunan syahdu tembang kenangan hingga tawa canda Keluarga Besar Papua dan Forkopimda Jatim menghangatkan suasana.

Suasana tambah semarak kala Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyanyikan salah satu lagu populer dari Papua. Para Keluarga Papua yang hadir dalam cangkrukan atau nongkrong bareng pun turut bernyanyi dan menambah hangatnya malam.

Momentum ini sontak memecah isu miring terjadinya kerusuhan hingga pengusiran warga atau Mahasiswa Papua di Jatim. Khofifah mengatakan, cangkrukan ini diharap mampu menguatkan persaudaraan dan menguatkan NKRI.

"Kami ingin menyampaikan persaudaraan ini sesuatu menjadi penguat NKRI bisa teduh, merah putih bisa terawat, Indonesia bisa kita jaga menjadi bangsa yang bermartabat. Kami bersama harus sama menjaga persaudaraan dan persatuan," kata Khofifah di Rumah Dinas Kapolda Jatim Jalan Bengawan Surabaya, Senin (19/8/2019).


Selain itu, dalam Nawa Bhakti Satya ke 9, Khofifah ingin mewujudkan Jatim Harmoni. Hal ini mencakup bagaimana di Jatim meski banyak suku dan rumpun, tapi harus mengedepankan persatuan.

"Dalam nawa bhakti satya ke 9 Jatim harmoni. Kami ingin membangun kehidupan yang harmoni dari semua rumpun. Kami adalah Indonesia. Kami ingin menyampaikan bahwa kami bersaudara, kami bersama membangun persaudaraan dengan hati yang bersih. Saudara kami di Papua, berada di mana saja, kebersamaan kami malam ini mudah-mudahan menjadi perekat di antara kami semua," lanjut Khofifah.

Sementara Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan berharap momentum ini bisa menjawab kekhawatiran masyarakat Papua. Mereka yang khawatir keluarganya di Surabaya mendapat perlakuan buruk hingga pengusiran.

"Dan hari ini kami didampingi keluarga besar Papua. Banyak telepon dari keluarga bilang diusir, ternyata memang berita yang di sana dengan apa kejadian ini memang sangat berbeda. Kita sama-sama dengan ikatan keluarga besar Papua bisa menyampaikan supaya keluarga yang di Papua bisa tahu persis apa yang terjadi di sini," papar Luki.


Di kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) Pieter F Rumaseb berpesan kepada keluarga di Papua agar tidak perlu khawatir. Pieter mengatakan kehidupannya di Jawa Timur, khususnya Surabaya berjalan harmoni, tanpa diskriminasi.

"Mamadong, bapak, adik-arik dan saudara semua di Papua, bahwa informasi pengusiran warga Papua di Surabaya dan sekitarnya tidak benar. Kami di Surabaya dan Jatim hidup dalam damai dan rukun. Jangan percaya dengan informasi yang berkembang," pinta Pieter.

Kepada Forkopimda Jatim, Pieter mengucapkan terima kasih karena telah berusaha membangun situasi yang kondusif. Pieter pun menitipkan masyrakat Papua yang tinggal di Surabaya dan Jatim agar tetap merasakan aktivitas dengan damai.

"Saya atas nama Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua di Surabaya, kami titipkan saudara kita semua yang dari Papua, pada bapak dan ibu. Kami ingin beraktivitas, bekerja, berkuliah dengan damai. Pelangi itu indah karena terdiri dari berbagai macam warna. Mari kita jaga perbedaan, hidup rukun sehingga Bhinneka Tunggal Ika bisa terwujud dalam aktivitas sehari-hari," pungkasnya. (sun/bdh)