detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 00:15 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi di Trenggalek dalam Sehari

Adhar Muttaqin - detikNews
Dua Kebakaran Hutan Terjadi di Trenggalek dalam Sehari Proses pemadaman api di hutan pinus trenggalek/Foto: Istimewa
Trenggalek - Dua kebakaran hutan terjadi di Trenggalek dalam satu hari. Luas lahan yang terbakar mencapai 2,5 hektare, terdiri dari hutan pinus dan jati.

Kepala Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan (KSKPH) Kediri Selatan Andy Iswindarto mengatakan, kebakaran pertama terjadi di Petak 92-C, Desa Parakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek pada siang tadi. Api yang diduga berasal dari sisa pembakaran sampah di sekitar hutan merembet ke lahan pinus Perhutani.

Petugas gabungan dari Perhutani Trenggalek, BPBD, TNI dan masyarakat bergotong-royong memadamkan api dengan cara dipukul menggunakan ranting pohon. Selain itu petugas gabungan juga melokalisir agar api tidak merembet ke kawasan lain.

"Untuk yang di Parakan luas hutan pinus yang terbakar sekitar 2 hektare, tapi Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan kebakaran ini tidak sampai mematikan pohonnya. Sehingga kerugian bisa ditekan," kata Andy Iswindarto, Senin (19/8/2019).


Kemudian kebakaran kedua terjadi di hutan Perhutani yang ada di belakang Pasar Subuh Trenggalek. Hutan yang didominasi pohon jati tersebut terbakar pada malam menjelang. Banyaknya semak-semak kering di kawasan hutan membuat kobaran api dengan cepat membesar dan meluas.

Tim penanggulangan kebakaran hutan Perhutani Trenggalek langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman. Penanganan kebakaran harus dilakukan secepat mungkin. Sebab, kata Andy, apabila tidak maka akan rawan menyebar ke kawasan hutan lain dan membahayakan perkampungan warga.

Andy menambahkan dari beberapa kali kejadian hutan di Trenggalek, rata-rata diakibatkan oleh adanya pembakaran sampah maupun serasah yang ada di sekitar hutan. Masyarakat terkadang tidak menyadari, pembakaran sampah di sekitar hutan terbilang berbahaya, terlebih pada saat musim kemarau.


"Biasanya itu bakar-bakar kemudian ditinggal. Sehingga api menjalar tidak ada yang tahu dan akhirnya membakar hutan," terangnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang ada di sekitar kawasan hutan untuk lebih waspada dan berhati-hati. Karena di saat musim kemarau seperti sekarang ini wilayah hutan di Trenggalek sangat rawan terbakar. Hal ini terjadi karena sebagian besar rumput dan semak-semak telah mengering,

"Menjaga hutan ini adalah tugas kita bersama. Semua harus bahu membahu menjaga hutan agar tetap lestari," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com