detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 17:13 WIB

Mahasiswa Papua Tolak Dituduh Buang Bendera di Depan Asrama Kalasan

Amir Baihaqi - detikNews
Mahasiswa Papua Tolak Dituduh Buang Bendera di Depan Asrama Kalasan MMassa yang mengepung Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan pada Jumat (16/8)Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Mahasiswa Papua membantah telah membuang bendera merah putih yang ada di depan asrama mereka di Jalan Kalasan, Surabaya. Mereka mengaku tidak tahu-menahu soal tuduhan itu.

"Kalau soal itu (pembuangan bendera) kami tidak tahu menahu. Karena ada beberapa teman termasuk saya sendiri keluar untuk beli makan siang itu. Setelah masuk benderanya memang sudah tidak ada," kata salah satu penghuni Asrama Mahasiswa Papua Dorlince Iyowau kepada detikcom, Senin (19/8/2019).

Dorlince menuturkan, usai masuk asrama setelah membeli makanan pada Jumat (11/8) pukul 15.20 WIB, ada orang-orang yang menggebrak pintu. Sambil berkata rasis mereka menyuruh penghuni asrama keluar dan menantang beradu fisik.


"Jam 15.20 WIB kami kemudian didatangi dan gebrak-gebrak pintu dan ngata-ngatain kami monyet, babi, anjing keluar dan kata-kata rasis. Kemudian kami minta negosiasi atau pendekatan hukum. Kami mau klarifikasi bersama tapi pihak mereka tidak mau," tutur Dorlince.

"Kami sendiri pun kaget. Karena siangnya masih baik-baik saja, kemarin juga sama baik-baik saja, semalam juga masih baik-baik," Dorlince menambahkan.

Dorlince melanjutkan, pihaknya juga sudah menanyakan kepada seluruh penghuni asrama apakah ada yang membuang bendera ke selokan. Namun menurutnya tidak ada yang melakukannya.


"Kalau soal itu kami sendiri juga tidak tahu-menahu. Iya kami di sini di dalam tidak tahu-menahu," imbuh Dorlince.

"Kalau memang mereka punya CCTV bukti dan sejenisnya harusnya kan melalui pendekatan hukum. Kemudian kita klarifikasi bersama siapa oknumnya kan nggak bisa main hakim sendiri atau menyuruh kami keluar sementara kami ini tidak tahu apa-apa," lanjutnya.

Saat kejadian pengepungan asrama sendiri setidaknya ada sekitar 15 orang di dalam. Dari semuanya itu bukan merupakan penghuni tapi ada teman para penghuni yang kebetulan bermain ke asrama.

"Kami di dalam 15 orang. Jadi 15 ini bukan penghuni tapi kawan-kawan penghuni itu ada yang keluar. Jadi mereka sekadar bermain," pungkas Dorlince.


Komnas HAM: Hati-hati Tangani Insiden Asrama Papua
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com