Sebuah Hatchback Ringsek Usai Tabrak Truk, 3 Orang Luka-luka

Sebuah Hatchback Ringsek Usai Tabrak Truk, 3 Orang Luka-luka

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 19 Agu 2019 14:25 WIB
Mobil yang ringsek dalam kecelakaan di Kabupaten Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin
Mobil yang ringsek dalam kecelakaan di Kabupaten Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Sebuah mobil Honda Jazz menabrak truk lalu disasak motor di Jalan Umum Pandaan-Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kecelakaan ini menyebabkan mobil hatchback itu ringsek dan tiga orang luka-luka

Mobil bernopol N 1559 GK itu dikemudikan Hadi Sucipto (36). Kecelakaan berawal ketika Jazz tersebut melaju dari arah utara ke selatan atau Pandaan-Prigen.

Saat sampai lokasi, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, mobil warna silver itu oleng mengarah ke kanan dan menabrak bagian samping truk Mitsubishi bernopol L 8548 B. Truk tersebut berjalan dari arah berlawanan.


Karena tabrakan keras, Jazz terpelanting hingga balik arah. Di saat bersamaan, mobil itu tertabrak motor Honda Vario 125 bernopol N 3440 TDC yang berjalan dari selatan ke utara.

Akibat kecelakaan, bagian depan mobil Jazz itu hancur. Motor Vario juga mengalami kerusakan berat. Sedangkan truk mengalami kerusakan di bagian samping kanan.

"Pengemudi Honda Jazz diduga mengantuk sehingga mengakibatkan kecelakaan," kata Kanit Lantas Polsek Pandaan Iptu Supriyanto, Senin (19/8/2019).


Beruntung kecelakaan beruntun ini tak merenggut nyawa. Pengemudi Jazz, Hadi, warga Lingkungan Ngemplak, Prigen hanya lecet pada lutut kaki kanan lecet dan tangan kiri.

Pengendara motor dan penumpangnya, Ahmad Sifun (30) dan Aisiah (3,5) warga Dusun Krajan Barat, Kelurahan Pecalukaan, Kecamatan Prigen. Mereka juga mengalami luka ringan.

Sifun mengalami luka memar pada bahu kanan dan lecet pada pipi kanan. Sedangkan balita yang dibawanya mengalami luka benjol pada kepala belakang dan bibir atas robek. Sementara sopir truk Asmunir (27), warga Gempol tak mengalami luka.

"Kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah dievakuasi ke tepi jalan sehingga lalu-lintas kembali normal. Total kerugian material Rp 16 juta," pungkas Supriyanto. (sun/bdh)