detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 12:49 WIB

Copet Merajalela di Stadion Kanjuruhan, Ini Langkah Panpel Arema

Muhammad Aminudin - detikNews
Copet Merajalela di Stadion Kanjuruhan, Ini Langkah Panpel Arema Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Kericuhan yang terjadi di tribun ekonomi Stadion Kanjuruhan, belakangan diketahui karena ulah copet. Panpel Arema mengultimatum copet sebagai musuh bersama. Strategi pengamanan dirancang dengan melibatkan polisi beserta dedengkot Aremania.

Panpel Arema FC Abdul Haris menyatakan saat laga terakhir Arema FC menjamu Persebaya, beberapa suporter menjadi korban salah sasaran. Karena dianggap pencopet, padahal mereka adalah korbannya.

"Seperti kejadian laga terakhir, salah satu suporter asal Tirtoyudo, jadi bulan-bulanan, karena dianggap copet. Padahal, justru korban copet itu sendiri, setelah diteriaki copet. Sempat dirawat di rumah sakit dan kini sudah pulang untuk menjalani rawat jalan," ujar Haris ditemui detikcom di kantornya, Senin (19/8/2019).

Haris mengungkapkan, pihaknya akan menggandeng aparat keamanan beserta Aremania, untuk meminimalisir kejadian serupa terulang kembali.

Sekaligus memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penonton saat menyaksikan pertandingan di Stadion Kanjuruhan.

"Kita akan koordinasi dengan aparat keamanan dan juga rekan-rekan Aremania, untuk meminimalisir ruang gerak copet di tribun penonton. Agar bisa memberikan safety dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung," tuturnya.


Bentuk pengamanan, lanjut Haris, tengah dirancang sebaik mungkin. Tentunya melangkah pada sistem pengamanan tertutup dan proteksi dini di pintu masuk stadion.

"Mungkin sistemnya pam tertutup, dan juga memperketat penjagaan di pintu masuk. Copet beraksi dengan berkelompok antara 11 sampai 15 orang, biasanya mereka mulai melakukan aksi di pintu masuk," terang Haris.

Dia menegaskan, jika copet kini menjadi musuh bersama. Aksi mereka perlu diberantas, agar tak mempengaruhi animo penonton datang ke Kanjuruhan.

"Kita sudah sepakat, copet jadi musuh bersama. Aksi mereka harus diberantas dengan melibatkan aparat keamanan dan rekan-rekan Aremania," tandasnya.

Dikatakan, kericuhan terjadi di tribun penonton. Terkadang berawal dari ulah copet, sebagian besar penonton yang menjadi korban copet justru menjadi sasaran pemukulan.

"Karena copet beraksi secara berkelompok. Kadang ketika ada gesekan antar suporter, mereka memanfaatkan untuk beraksi. Ini harus diberantas, agar bisa mengembalikan animo penonton ke Kanjuruhan," ucapnya.

Saat laga Arema FC menjamu Persebaya, Kamis (15/8/2019) lalu terpantau beberapa orang harus dievakuasi dari tribun ekonomi. Mereka sebelumnya terlihat menjadi sasaran pemukulan suporter, karena diduga copet. Belakangan beberapa korban justru menjadi sasaran pemukulan suporter lain, karena diteriaki copet.



Tonton video Ricuh Suporter di Laga PSS Sleman Vs Arema FC:

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com