detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 10:07 WIB

Cantik, Limbah Kaca Disulap Jadi Miniatur Ikonik Beberapa Negara

Charolin Pebrianti - detikNews
Cantik, Limbah Kaca Disulap Jadi Miniatur Ikonik Beberapa Negara Limbah kaca berubah jadi bahan berharga/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Tumpukan limbah kaca tampak menghiasi rumah Miran. Dengan tangan kreatifnya pria 35 tahun ini mampu mengubah limbah kaca menjadi miniatur ikonik beberapa negara.

Mulai dari Monas, menara Eiffel, menara kembar petronas Malaysia, masjid, gapura, candi hingga berbagai bentuk lain.

Berada di salah satu sudut rumahnya di Desa Bekare, Kecamatan Bungkal, Miran biasa berkreasi dengan limbah kaca. Dia mulai membuat desain menara yang akan dibuat miniaturnya.

Berbekal gambar dari internet dan daya imajinasinya, tangannya dengan telaten memotongi kaca dengan berbagai ukuran. Setelah selesai dipotongi kemudian dia mengelem masing-masing kaca menjadi satu bagian.

"Proses mengelem ini paling lama, soalnya tiap masing-masing layer itu nunggu kering, begitu terus sampai jadi menaranya," tutur Miran kepada detikcom di rumahnya, Senin (19/8/2019).


Awalnya, lanjut Miran, setelah pulang sebagai TKI dia bingung tidak ada penghasilan. Di sekitar rumahnya ada pengusaha mebel, banyak limbah kaca yang berserakan. Berbekal belajar dari youtube, dia pun berkreasi dengan kaca limbah.

"Terus saya bikin, saya pasarkan lewat media sosial, FB, WhatsApp teman-teman. Banyak pesanan yang masuk," kata dia.

Proses pembuatan miniatur/Proses pembuatan miniatur/ Foto: Charolin Pebrianti

Miran menjelaskan selain membuat miniatur menara, dia juga sering membuat hiasan dinding kaligrafi. Pun juga membuat vas bunga. Ada juga karya terbarunya membuat kap lampu berbahan dasar dari pipa PVC bekas.

"Biasanya saya bikin itu 2-3 hari selesai. Pernah ada pesanan menara Eiffel setinggi 2 meter itu selesai dalam waktu 1 bulan," terang dia.

Untuk satu menara, tergantung ukuran mulai dari harga ratusan ribu hingga belasan juta Rupiah. Tapi biasanya paling laris menara Eiffel yang seharga Rp 350 ribu. Untuk vas bunga dan kap lampu mulai dari harga Rp 30 ribu hingga ratusan ribu.


"Usaha ini pun terus berjalan sejak 3 tahun terakhir. Saya juga sering ikut pameran-pameran," paparnya.

Dalam satu bulan, Miran mampu meraup omzet jutaan. Pesanan paling banyak biasanya datang dari media sosial dan para pengunjung pameran.

Miniatur buatannya kali ini dilengkapi dengan lampu hias warna warni, jadi saat malam hari menara buatannya menjadi indah. Semakin menambah semarak suasana malam.

"Paling besar itu pernah dikirim ke Tuban, nilainya Rp 11 juta, bentuk menara Eiffel," pungkas dia.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com