detikNews
Sabtu 17 Agustus 2019, 22:01 WIB

Pelajar Pelaku Bully di Banyuwangi Diberi Pendidikan Karakter Tambahan

Ardian Fanani - detikNews
Pelajar Pelaku Bully di Banyuwangi Diberi Pendidikan Karakter Tambahan Pelaku Bullying Banyuwangi Diberi Pendidikan Karakter/Foto: Ardian Fanani/File
Banyuwangi - Permasalahan perundungan (Bullying) yang terjadi di sekolah Banyuwangi disepakati menempuh hukuman di luar jalur peradilan atau diversi. Karena para pelajar yang terlibat masih sangat belia, hukuman yang diberikan bersifat pembinaan.

"Sesuai kesepakatan para orang tua pelajar, juga bersama kepolisian dan arahan pak bupati, semua sepakat masalah diselesaikan di luar peradilan. Hukuman yang diberikan dalam kerangka pembinaan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono kepada wartawan, Sabtu (17/8/2019).

Dia mengatakan, pembinaan dilakukan dengan pemberian materi tambahan pendidikan karakter, termasuk di antaranya dengan kegiatan keagamaan.

"Kita kawal dengan pendidikan karakter. Termasuk ada kegiatan keagamaan, welas asih, karakter khas anak Indonesia yang seharusnya peduli sesama sebayanya. Termasuk kita ajak bersosialisasi ke sekolah lain, bahkan bisa saling bantu di sekolah luar biasa. Agar timbul kasih sayang dengan sesama teman, tidak melakukan perundungan atau bully lagi," ujarnya.

Para pelajar itu juga masuk dalam pembinaan guru konseling. "Dalam pembinaan guru konseling, akan didampingi intens, diajak berdialog, dibangun empatinya agar tidak terjadi kejadian serupa," ujarnya.


Adapun yang menjadi korban perundungan juga akan dipulihkan traumanya.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menegaskan bahwa hukuman di luar jalur pidana adalah alternatif terbaik bagi anak-anak.

"Di media sosial banyak yang menuntut hukuman diarahkan ke pidana yang ujungnya penjara, saya jawab akan jauh lebih baik hukuman pembinaan. Yang di-bully kita pulihkan traumanya. Yang mem-bully dihukum dalam konteks pembinaan, bukan dengan hukuman pidana," jelas Anas.

"Semuanya anak-anak kita yang masih punya masa depan panjang. Kita bina, kita hukum dalam konteks dibina," tegas Anas.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com