detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 13:09 WIB

13.442 Narapidana di Jatim Dapat Remisi HUT RI

Suparno - detikNews
13.442 Narapidana di Jatim Dapat Remisi HUT RI Penyerahan remisi secara simbolis/Foto: Suparno
Sidoarjo - Sebanyak 13.442 atau 66 persen narapidana di Jatim dipastikan mendapatkan remisi umum 2019. Dari jumlah itu, 129 di antaranya dinyatakan langsung bebas.

Salah satu pertimbangan utamanya karena mereka dinilai berkelakuan baik selama mengikuti pembinaan di lapas atau rutan. Jumlahnya masih akan bertambah karena masih ada 1.633 nama yang masih dalam proses verifikasi.

Pemberian remisi dilakukan secara simbolis di Lapas Kelas I Surabaya yang berada di Porong, Sidoarjo. Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdaprov Jatim Himawan Estu Bagijo mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ia yang didampingi Kakanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati memberikan SK remisi Kepala Korwil UPT Pemasyarakatan se-Jatim dan perwakilan narapidana. Sejumlah pimti pratama dan kepala UPT Pemasyarakatan se-Jatim juga hadir.

Dalam sambutannya, Susy mengungkapkan bahwa pemberian remisi sesuai dengan pasal 14 ayat 1 huruf I UU No 12 Th 1995 tentang Pemasyarakatan. Yang menyatakan bahwa setiap 17 Agustus yaitu Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, kepada narapidana yang berkelakuan baik diberikan Remisi atau pengurangan masa tahanan.


"Bagi narapidana yang berkelakuan baik dan memenuhi syarat diberikan remisi atau pengurangan masa menjalani pidana," kata Susy kepada wartawan usai penyerahan secara simbolis di Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Jumat (16/8/2019).

Lebih lanjut Susy menjelaskan, bagi narapidana yang telah memenuhi persyaratan berhak mendapat pengurangan tambahan setinggi-tingginya enam bulan. Kemudian bagi yang membantu kegiatan dinas lapas atau rutan antara lain sebagai pemuka akan ada tambahan remisi.

"Narapidana yang membantu kegiatan dinas berhak mendapatkan remisi tambahan sebesar sepertiga dari remisi umum yang diperolehnya pada tahun berjalan," tambah Susy.

Susy menerangkan, banyaknya narapidana yang mendapat remisi berarti pembinaan dari lapas atau rutan jajaran Kemenkumham Jatim semakin baik. Karena sekaligus menjadi indikator perilaku narapidana yang semakin baik. Hal ini bisa dicapai berkat adanya kerjasama yang baik dengan pemprov atau pemkot dan pemda setempat.


"Bila pembinaan baik, segala jenis potensi kerusuhan bisa ditangkal, Alhamdulillah selama 2019 ini kondisi lapas atau rutan di Jatim relatif aman," terang Susy.

Kakanwil melanjutkan, remisi ini bukan menunjukkan obral hukuman. Namun sesuai dengan semangat pemasyarakatan dengan tujuan agar narapidana cepat kembali ke masyarakat dan keluarganya. Sehingga bisa menjalani hidup yang lebih baik.

Sementara itu Himawan Estu Bagijo membacakan amanat Menkumham Yasonna H Laoly. Dia juga mengucapkan permohonan maaf Gubernur Khofifah yang berhalangan hadir karena harus mendengarkan Pidato Sidang Tahunan Presiden.

"Meski begitu, kami akan terus berkolaborasi dengan Kemenkumham untuk melakukan pembinaan di lapas atau rutan di Jawa Timur," pungkas Estu.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed