detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 19:05 WIB

Polisi Bakal Usut Kasus Hilangnya Uang Nasabah di Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikNews
Polisi Bakal Usut Kasus Hilangnya Uang Nasabah di Ponorogo Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Satreskrim Polres Ponorogo bakal melakukan penyelidikan terhadap kasus menghilangnya saldo sebesar Rp 21,5 juta milik salah satu nasabah dari bank plat merah.

"Tadi pagi ada salah satu warga masyarakat melaporkan ke Satreskrim Polres Ponorogo adanya saldo di bank yang berkurang," tutur Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko, Kamis (14/8/2019).

Maryoko menjelaskan menurut keterangan korban, pada Selasa (13/8) lalu ada telepon masuk diduga dari pelaku yang mengaku sebagai karyawan dari bank milik BUMN tersebut.

Karena korban saat itu tengah sibuk melakukan kurban di salah satu desa, korban tidak sempat mengecek kebenaran si penelepon. Dan percaya saja apa yang disuruh si penelepon.

"Karena yang bersangkutan sedang tidak konsentrasi akhirnya dijawab. Di situlah diduga pelaku menanyakan terkait M Token sehingga yang bersangkutan menyebutkan nomor-nomor yang diminta oleh diduga pelaku ini," terang dia.

Usai disebutkan, korban mendapatkan sms Banking yang berisi telah melakukan transaksi keluar sebanyak 4 kali dengan total kehilangan Rp 21,5 juta.


"Pelapor juga koordinasi dengan Bank untuk memblokir rekeningnya, kemudian lapor ke pihak kepolisian," imbuh dia.

Maryoko menjelaskan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari pelapor serta saksi-saksi dari pihak bank plat merah tersebut.

"Perkembangan akan kita sampaikan akan kita dalami terkait dengan SOP bank," paparnya.

Maryoko menambahkan modus seperti ini baru sekali ini terjadi. Namun ada perkara lain yang sudah dilakukan penyelidikan dari pihak bank pada tahun 2017 pernah kejadian.

Saat itu korban bernama Didin Irianawati (50) warga Jalan Sulawesi, Kecamatan Kota, Ponorogo yang mengaku kehilangan uang di rekening tabungannya berjumlah Rp 87.654.321,-.

Peristiwa itu bermula saat Didin Irianawati dan keluarganya sedang makan 25 Desember 2017 pukul 11.53 WIB. Saat itu, korban menerima telepon yang mengaku call center Bank milik negara tersebut.


Saat ini kejadian tersebut, terulang kembali dengan modus operandi serupa menelepon korban dan mengaku sebagai karyawan salah satu bank.

"Kita mengimbau kepada masyarakat percaya pada bank sebagai instansi baik, memang perkembangan teknologi ini baik namun jika ada telepon dari seseorang yang mengaku dari instansi manapun serta nomor yang tidak dikenal harus dikroscek dulu. Pihak bank juga akan kita panggil terkait SOP yang ada di dalam bank tersebut," pungkas dia.



Simak juga video Kenalin Ini Rika, Teller BRI yang Nyikat Uang Nasabah Rp 2,3 Miliar:

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed