Jenazah Ayah yang Ditunggui Balitanya 3 Hari Meninggal Karena Sakit

Jenazah Ayah yang Ditunggui Balitanya 3 Hari Meninggal Karena Sakit

Yakub Mulyono - detikNews
Kamis, 15 Agu 2019 15:58 WIB
Foto file: Yakub Mulyono
Foto file: Yakub Mulyono
Jember - Jenazah Fauzi (40), yang ditunggui balitanya selama 3 hari, diduga meninggal karena sakit perut. Sayangnya, pihak keluarga menolak korban diautopsi agar diketahui penyebab pasti kematian pria yang tinggal di Perumahan Kaliwining Asri, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji itu.

"Istrinya menolak korban diautopsi. Dia yang jadi TKW di Taiwan tadi kirim WA," kata Kanit Reskrim Polsek Rambipuji Aipda M. Slamet, Kamis (15/8/2019).

Dari visum luar, sambung kapolsek, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kesimpulan sementara, Fauzi meninggal bukan karena kekerasan.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan, kemungkinan besar memang sakit perutnya kambuh," tambahnya.


Menurut Rohmat, keterangan pihak keluarga menyebutkan Fauzi memang memiliki riwayat sakit perut. "Kata keluarga, korban sering mengeluh sakit perut," ujanya.

Jenazah Fauzi, akan dimakamkan sore ini. Sedangkan anak balitanya, diasuh oleh adik sang istri.

Halaman rumah korban dijubeli warga/Halaman rumah korban dijubeli warga/ Foto: Yakub Mulyono

"Diasuh budenya, kondisinya sehat," pungkasnya.

Seorang balita berusia 14 bulan ditemukan menangis di samping jenazah ayahnya, Fauzi (40). Fauzi ditemukan meninggal sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (14/8/2019) dalam kamar. Di sisi jenazah Fauzi, kondisi anak korban lemas karena beberapa hari tidak makan dan minum. Kulit jenazah yang sudah menghitam, menempel di pipi dan pakaian anaknya.


Informasi di lapangan, terakhir kali korban masih berkomunikasi dengan tetangga pada malam Minggu (10/08) kemarin. Korban tidak pernah keluar rumah dan kondisi pintu terkunci. Warga mulai curiga setelah mencium aroma busuk dari rumah Fauzi.

Kecurigaan warga bukannya tanpa alasan, karena selain 3 hari tak pernah keluar rumah, lampu rumah korban kondisinya selalu hidup. Warga sempat ada yang mengetuk pintu rumah korban dan memanggilnya beberapa kali. Namun panggilan itu tidak ada jawaban.

Akhirnya, warga melaporkan hal itu ke Polsek Rambipuji. Usai menerima laporan, polisi dengan didampingi ketua RT setempat mendobrak pintu. Warga menemukan korban yang tubuhnya dipenuhi tato sudah tak bernyawa dengan telentang di atas kasur memakai sarung. (fat/fat)