detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 09:25 WIB

Bimker Corner, Wujud Napi Lapas Blitar Merdeka Ekspresikan Bakatnya

Erliana Riady - detikNews
Bimker Corner, Wujud Napi Lapas Blitar Merdeka Ekspresikan Bakatnya Bimker Corner di Lapas Blitar/Foto: Erliana Riady
Blitar - Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan rakyatnya. Pun bagi mereka yang menjadi warga binaan di Lapas Klas IIB Blitar. Mereka masih merdeka untuk mengekspresikan bakatnya.

Seperti memasak, elektronika, pertukangan dan lain-lainnya. Bahkan menjelang perayaan HUT ke -47 RI, Lapas Blitar ini membuka Bimker Corner.

Bimker Corner atau pusat bimbingan kerja ini memang belum sempurna. Namun sudah bisa menjadi wadah bagi para warga binaan, untuk memajang karya. Dan tentu ada penghasilan yang didapat mereka.

Baru berjalan sekitar tiga pekan, Bimker Corner mendapat animo positif semua warga binaan. Jika semula sebanyak 16 napi yang aktif, kini tinggal tujuh saja. Terdiri empat napi wanita dan tiga napi lelaki. Lainnya sudah bebas dari masa tahanan. Bimker Corner dibuka mulai pukul 07.30 wib hingga selepas salat Ashar.


"Jadi sebulan sebelumnya, kami ada kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri tentang pengolahan hasil pertanian. Sesuai petunjuk kalapas agar bakat warga binaan bisa tersalurkan, maka kami buka Bimker Corner ini," kata Kasi Binadik dan Giatja Lapas Blitar, Wahyu Tetuko kepada detikcom saat dikonfirmasi, Kamis (15/8/2019).

Jadi, jangan heran kalau masuk areal Lapas Blitar, aroma sedap masakan akan merasuk ke hidung. Karena lokasi Bimker Corner tepat di tengah-engah areal lapas.

Sebuah lapak dipajang, lengkap dengan peralatan memasak dan bahan-bahan masakan. Menu yang disediakan juga bervariasi. Seperti nasi goreng, capcay dan mie. Sementara, di sisi meja lainnya, terpajang beragam camilan dan handycraft karya para napi lainnya.

Bimker Corner Lapas Blitar/Bimker Corner Lapas Blitar/ Foto: Erliana Riady

"Yang dipajang selalu habis. Yang beli ya warga binaan sama keluarga yang membezuk mereka," jelasnya.


Ada seorang napi yang bertugas menawarkan menu makanan minuman ke setiap sel. Para napi yang berminat membeli, bisa memesannya terlebih dahulu. Jika pesanan sudah jadi, akan diantar ke dalam sel pemesan dan bisa langsung dibayar.

"Untuk sementara ini kami masih sempurnakan proses pembayarannya. Ke depan kami akan kerjasama dengan bank pemerintah untuk membuat kartu pembayaran non tunai. Sekarang karena masih pembayaran tunai, kebijakannya, setiap napi boleh membawa uang maksimal hanya Rp 100 ribu," ujar Wahyu.

Manfaat Bimker Corner dirasakan napi yang aktif mengikutinya. Seperti penuturan seorang napi kasus narkoba, Retno (48). Wanita asal Nganjuk ini selain bisa menyalurkan bakat juga menikmati hari-harinya seperti di rumahnya sendiri.

"Hobi saya memang masak. Dengan Bimker Corner ini, saya bisa beraktivitas seperti di rumah sendiri. Jadi tidak terasa menjalani masa tahanan yang lama," katanya sambil membuatkan nasi goreng pesanan warga binaan.

Aksi yang dilakukan para napi ini kelihatannya receh. Tapi jangan salah, omzet mereka bisa mencapai Rp 700 ribu/hari!. Uang itu akan masuk ke koordinator lapas untuk diputar kembali sebagai permodalan bagi napi lain yang berminat berkreasi.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed