detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 08:38 WIB

Kisah Musdalifah, Driver Ojol yang Terpaksa Bawa Anaknya Bekerja

Muhajir Arifin - detikNews
Kisah Musdalifah, Driver Ojol yang Terpaksa Bawa Anaknya Bekerja Driver Ojol terpaksa bawa putrinya saat narik/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Musdalifah, seorang ibu rumah tangga di Pasuruan rela bekerja di jalanan sebagai driver ojek online (ojol). Bahkan sehari-harinya dia mengajak serta buah hatinya saat menerima orderan. Pekerjaan ini untuk membantu suami mencukupi kebutuhan hidup.

Musdalifah merupakan ibu tiga anak. Dua anaknya sudah bersekolah di sekolah dasar (SD), sementara anak ketiganya masih PAUD. Anak ketiga inilah yang setiap hari menemaninya berpanas-panasan di jalan raya.

"Kalau ditinggal sendirian nggak tega. Kakak-kakaknya sekolah," kata Musdalifah di rumahnya Komplek Perumahan, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Kamis(15/8/2019).

Seperti ibu rumah tangga lainnya, setiap hari perempuan berusia 36 tahun mengerjakan pekerjaan seperti memasak, bersih-bersih hingga mencuci. Setelah pekerjaan rumah rampung, ia mengantar anak bungsunya ke PAUD. Setelah pulang mengantar putrinya dari PAUD, dia langsung mempersiapkan diri untuk bekerja.

"Setelah dari PAUD saya siap-siap. Saya aktifkan aplikasi. Anak saja ini saya ajak narik setiap hari. Mau bagaimana lagi, nggak mungkin dia sendirian di rumah," terangnya.
Musdalifah dan anaknya yang diajak bekerja/Musdalifah dan anaknya yang diajak bekerja/ Foto: Muhajir Arifin


Bekerja sebagai driver ojol sambil membawa putrinya sudah dijalani selama dua tahun. Meski kadang merasa berat, dia tetap bersabar demi membantu suaminya.

"Suami saya kerja di sebuah laboratorium. Saya ngojek untuk bantu suami. Gimana ya, kebutuhan semakin banyak, ketiga anak kami juga sekolah. Butuh biaya yang tak sedikit," terang Musdalifah sembari melihat ke arah layar hand phone berharap mendapat orderan.

Musdalifah mengaku sebenarnya bisa bekerja sebagai karyawan pabrik. Namun ia memilih menjadi driver ojol karena memungkinkan untuk merawat anak-anaknya.

"Kerjaan ini paling fleksibel. Bisa bagi waktu dengan anak-anak," terangnya.

Musdalifah mengaku penghasilan sebagai driver ojol tidak menentu. Sehari paling banyak ia membawa pulang Rp 200 ribu.

Musdalifah bawa anaknya bekerja/Musdalifah bawa anaknya bekerja/ Foto: Muhajir Arifin

"Karena saya perempuan, punya keterbatasan waktu. Saya juga mulai agak siang," tandasnya.

Meski penghasilan tak begitu besar, Musdalifah bersyukur karena masih diberi keselamatan selama bekerja. Ia mengaku tak pernah mengalami pelecehan.



Cerita Leony, Mahasiswi Driver Ojol yang Lulus Cum Laude dari Undip:

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +