detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 21:25 WIB

Praktik Pengoplosan Elpiji di Jombang Digerebek, Berapa Keuntungan Pelaku?

Enggran Eko Budianto - detikNews
Praktik Pengoplosan Elpiji di Jombang Digerebek, Berapa Keuntungan Pelaku? Lokasi pengoplosan elpiji melon (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang - Praktik pengoplosan elpiji bersubsidi menjadi elpiji nonsubsidi di Jombang dibongkar polisi. Dari praktik curang ini para pelaku meraup keuntungan Rp 13,5 juta setiap bulan.

Praktik pengoplosan elpiji bersubsidi menjadi elpiji nonsubsidi ini terbongkar setelah polisi menggerebek sebuah ruko di Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, Jombang siang tadi sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi juga meringkus 2 pelakunya.

Mereka adalah Ari Setyo Wicaksono (29), warga Desa Blimbing, Kecamatan Gudo, Jombang dan Andri Putra (26), asal Desa Sukorejo, Kecamatan Ngantang, Malang.

"Kedua pelaku sudah menjalankan pengoplosan elpiji subsidi menjadi nonsubsidi selama dua bulan," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu saat dihubungi detikcom, Rabu (14/8/2019).

Di ruko tersebut, lanjut Azi, Ari dan Andri mengoplos elpiji bersubsidi kemasan 3 Kg. Gas elpiji dari 5 tabung melon dipindahkan dengan alat khusus ke sebuah tabung kosong ukuran 12 Kg.


Keuntungan melimpah pun diraup kedua pelaku dari praktik curang ini. Betapa tidak, elpiji melon bersubsidi mereka jual dengan harga nonsubsidi yang lebih tinggi setelah dikemas menggunakan tabung ukuran 12 Kg. Karena elpiji kemasan 12 Kg tergolong nonsubsidi.

"Setiap tabung elpiji 12 kilogram, pelaku mendapatkan keuntungan bersih Rp 30 ribu," terang Azi.

Dibantu sejumlah pekerja, Ari dan Andri rata-rata menghasilkan 15 tabung elpiji 12 Kg setiap harinya. Dengan begitu, mereka meraup keuntungan bersih Rp 450 ribu per hari, atau Rp 13,5 juta per bulan.

Azi menjelaskan, harga elpiji melon saat ini Rp 16 ribu per tabung. Jika setiap tabung elpiji 12 Kg diisi dengan 5 elpiji melon, maka ongkos yang dikeluarkan para pelaku Rp 80 ribu.

Para pelaku juga membayar pekerjanya Rp 10 ribu untuk mengisi satu tabung 12 Kg. Dengan begitu, biaya yang dikeluarkan para pelaku untuk menghasilkan 1 tabung elpiji nonsubsidi kemasan 12 Kg hanya Rp 90 ribu.

"Satu tabung elpiji 12 kilogram dijual para pelaku Rp 120 ribu. Jadi, keuntungan bersih mereka Rp 30 ribu per tabung," ungkap Azi.


Elpiji 12 Kg hasil pengoplosan itu, tambah Azi, selama ini baru dijual para pelaku di wilayah Jombang. "Rata-rata ke warung-warung jualnya," tandasnya.

Selain meringkus kedua pelaku, polisi juga menyita barang bukti terkait praktik pengoplosan elpiji bersubsidi. Yaitu 17 elpiji kemasan 12 Kg, 45 tabung kosong ukuran 12 Kg, 38 elpiji kemasan 3 Kg, 316 tabung melon kosong, 40 tabung bright gas, sebuah timbangan, 2 set besi untuk memindahkan gas elpiji, serta 5 besi untuk membuang sisa gas dari tabung.

Akibat perbuatannya, Ari dan Andri dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 32 ayat (2) UU RI No 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Hukuman maksimal 5 tahun penjara sudah menanti mereka.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +