detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 17:58 WIB

Kembar Siam Kendari Berhasi Dipisahkan, ini Harapan Tim Dokter

Hilda Meilisa - detikNews
Kembar Siam Kendari Berhasi Dipisahkan, ini Harapan Tim Dokter dr Poerwadi SpAK RSU dr Soetomo/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Operasi pemisahan bayi kembar siam dempet dada dan perut, Aqila dan Azila berhasil dilakukan. Tim dokter menyebut harapan hidup bayi berusia 17 bulan ini sangat tinggi.

"InsyaAllah. Mohon doa restunya harapan hidup sangat sangat besar," kata salah satu dokter bedah anak, dr Poerwadi SpBA(K) RSU dr Soetomo Surabaya di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) usai operasi pemisahan, Rabu (14/8/2019).

Saat ini, dr Poerwadi mengatakan Aqila sudah selesai menjalani operasi dan dipindahkan ke Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Sementara Azila masih menjalani proses penutupan bagian tubuh pascaoperasi pemisahan.

"Bayi Aqila sudah keluar. Tinggal bayi Azila. Di mana bayi Azila ini lubang di dinding dada dan perutnya cukup lebar. Panjangnya 25 lebarnya 10 cm," papar dr Poerwadi.


"Sekarang tim bedah plastik yang sedang mengupayakan rekonstruksi dipimpin langsung Prof David, beliau sebagai Wadek dan masih turun demi menyelamatkan bayi ini," imbuhnya.

Sementara usai operasi ini, dr Poerwadi mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yang paling penting menghindari terjadinya infeksi.

"Kita operasi yang lebih dari 3 jam, kedua eksposur luas, ketiga kekurangan jaringan jadi itu semua bisa berkontribusi terhadap terjadinya infeksi. Tetapi semua sudah kita antisipasi dengan melakukan asepsis dan antisepsis, kemudian pencegahan dengan pemberian antibiosis sudah kita berikan dan sudah kita laksanakan sekarang tinggal perawatan pascabedahnya," jelas dr Poerwadi.

Untuk itu, dalam seminggu ini, bayi asal Kendari, Sulawesi Tenggara ini harus menjalani perawatan intensif di PICU.


"Oleh karena infeksi bisa terjadi juga kalau ada gangguan dari yang dinamakan perfusi organ atau aliran darah ke organ tadi itu menurun akibat gangguan pernafasan kedinginan dan lain sebagainya. Oleh sebab itu mohon maaf untuk satu minggu pertama kita isolasi dulu supaya tidak terjadi infeksi kita masuk di PICU," pungkasnya.
(hil/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed