detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 11:33 WIB

72 Pemuda dari 40 Negara Tampilkan Tari Budaya di Taman Blambangan

Ardian Fanani - detikNews
72 Pemuda dari 40 Negara Tampilkan Tari Budaya di Taman Blambangan Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi - Pagelaran seni Indonesia Channel (Inchan) 2019 berlangsung meriah di Taman Blambangan, Banyuwangi. Bak seniman lokal, sebanyak 72 pemuda dari 40 negara sahabat menampilkan sendra budaya Nusantara. Mulai seni musik dan tari khas Makassar, Banyuwangi, hingga Padang, Sumatera Barat, dengan apiknya.

Sebagai penampilan pembuka, para penerima Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) dari Kementerian Luar Negeri RI itu memainkan musik daerah. Dari angklung Banyuwangi, gendang tabuik khas Padang, gamelan Bali, hingga musik petik khas Bugis, Makassar, dimainkan dengan apik.

Berbagai musik daerah itu dimainkan oleh para Friends of Indonesia itu dengan serasi dan harmonis. Dipadu dengan beragam tarian dan lagu-lagu daerah yang membahana sebagai pengiring sepanjang penampilan mereka.

Tari gandrung yang dibawakan 12 peserta BSBI yang belajar di Banyuwangi menjadi penampil yang cukup meriah. Begitu pula saat penampilan tari barong, tari topeng, hingga tari piring khas Sumatera Barat juga mendapat apresiasi yang tak kalah meriahnya. Mereka tampak luwes saat membawakannya.

Mosaic of Indonesia, yang menjadi tema pagelaran seni ini, dipresentasikan dengan baik lewat penampilan mereka. Aplaus dari ribuan penonton membahana sepanjang pertunjukan.


Aneka kebudayaan Nusantara yang dipelajari para pemuda dari berbagai penjuru dunia itu menjadi diplomasi Indonesia di dunia internasional. Seni budaya sengaja diambil karena dengan hal tersebut bisa menjadi penjembatan atas beragam perbedaan.

72 Pemuda dari 40 Negara Tampilkan Tari Budaya se-Nusantara/Sebanyak 72 pemuda dari 40 negara menampilkan tari budaya Nusantara. (Ardian Fanani/detikcom)

"Melalui program ini, kami ingin terhubung, membuat ikatan, dan membangun jaringan Friends of Indonesia, yang disatukan oleh kecintaan pada seni dan budaya dan semangat kita dalam mempromosikan perdamaian, toleransi dan harmoni," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat membuka perhelatan tersebut Selasa malam (13/8/2019).

"Wajah kerja sama, wajah kebersamaan dan persatuan harus menjadi wajah kita, wajah Indonesia dan wajah dunia. You are not only friends of Indonesia, but you are also friends of the world," seru Menlu Retno.

Para peserta BSBI yang terlibat mengaku senang mengikuti program ini. "Kami belajar tari dan musik daerah selama tiga bulan," ungkap Youngtaek Hong dari Korea Selatan. Bersama 12 rekannya yang lain, ia belajar seni budaya Sumatera Barat dan bertempat di Padang.

Hal yang sama dilakukan oleh para peserta BSBI yang lain. Dari 72 peserta, mereka terbagi di enam lokasi yang berbeda. Selain di Banyuwangi dan Padang, mereka juga belajar di Bali, Yogyakarta, Kutai Kartanegara, dan Makassar.


"Untuk penampilan di Indonesia Channel ini, kami belajar bersama lagi selama empat hari. Memadukan berbagai kesenian dari beberapa daerah yang telah dipelajari," aku Fifonsi Malvina dari Benin, Afrika.

Menlu dan Bupati Banyuwangi/Menlu dan Bupati Banyuwangi (Ardian Fanani/detikcom)

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas merasa tersanjung bisa menjadi salah satu tuan rumah peserta BSBI, sekaligus menjadi tempat pelaksanaan Indonesia Channel 2019.

"Terima kasih, Bu Menteri, yang telah mempercayai Banyuwangi. Jika biasanya (acara ini) hanya ditempatkan di kota-kota besar yang telah mapan seni budayanya, berkat kepercayaan Bu Menteri, Banyuwangi sebagai kota yang sedang tumbuh ini pun bisa merasakan peluang yang sama," urai Anas.

Anas juga mengharap program BSBI terus bisa ditempatkan di Banyuwangi pada tahun-tahun mendatang. "Pastinya, mereka akan juga turut mempromosikan Banyuwangi ke negara masing-masing," pungkas Anas.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed