detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 10:38 WIB

Saldo Rp 21,5 Juta Raib, Seorang Nasabah di Ponorogo Lapor Polisi

Charolin Pebrianti - detikNews
Saldo Rp 21,5 Juta Raib, Seorang Nasabah di Ponorogo Lapor Polisi Budi saat melapor ke kantor polisi (Foto: Charolin Pebrianti)
Ponorogo - Warga Jalan Sadewo, Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo, Setyo Budiono (47), tengah dilanda kebingungan. Nasabah bank ini kehilangan saldo Rp 21,5 juta setelah menerima telepon dari orang yang mengaku karyawan bank tempat ia menabung.

Padahal uang dalam tabungan tersebut bakal digunakan untuk membiayai kuliah kedua anaknya. Budi menjelaskan, sebelum terkuras, saldo miliknya di rekening bank pelat merah itu Rp 33,5 juta. Uang puluhan juta tersebut merupakan hasil ia menabung selama 3 tahun terakhir.

"Uang itu mau saya gunakan untuk biaya kuliah kedua anak saya," kata Budi kepada detikcom, Rabu (14/8/2019).

Duda dua anak ini mengaku terpukul saat tahu uang tabungannya terkuras. Dalam rekening tersebut kini hanya tersisa Rp 12 juta.


Budi berharap tabungannya yang terkuras bisa kembali. Ia telah melaporkan masalah ini kepada pihak bank milik pemerintah itu dan kepolisian setempat.

Tabungan Budi terkuras pada Selasa (13/8). Itu terjadi setelah ia menerima telepon dari seorang yang mengaku karyawan bank tersebut dari pusat. Si penelepon meminta Budi menukarkan poin M token dengan nomor telepon 0831-7808-3117.

Sebelum Budi mengangkat telepon, ia mendapatkan pesan singkat dari internet banking bank BUMN itu yang berisi urutan nomor M token. Kemudian Budi disuruh menyebutkan angka-angka yang ada di SMS tersebut.

"Ada nomor 1 sampai 5, per nomor urut ada enam angka, kemudian saya sebut dua nomor yang tertera di nomor urut dan yang tiga nomor urut saya ngawur gitu saja," terang Budi.


Setelah menerima telepon tersebut, Budi kembali ditelepon orang tak dikenal. Karena dalam kondisi sibuk urusan penyembelihan kurban, ia tak mengangkat telepon tersebut.

"Saat saya balik ke kantor, ada SMS transaksi keluar empat kali. Total Rp 21,5 juta," terangnya.

Berdasarkan cetakan rekening koran yang diterima Budi, transaksi pertama Rp 500 ribu. Transaksi kedua Rp 1 juta. Transaksi ketiga terjadi pada pukul 10.34 WIB sebesar Rp 10 juta ke sebuah virtual account atas nama PLS1217937485.

Sekitar 15 menit berselang, transaksi keempat terjadi, yakni sebesar Rp 10 juta ke virtual account atas nama Eza Irawan.

"Ini saya sudah buat laporan ke bank sama ke polisi. Semoga segera diusut dan saldo saya kembali," pungkasnya.




Tonton juga video Kenalin Ini Rika, Teller BRI yang Nyikat Uang Nasabah Rp 2,3 Miliar:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed