detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 16:07 WIB

Polisi Turun Tangan Selidiki Aksi Vandalisme di Gedung Pemkab Bojonegoro

Ainur Rofiq - detikNews
Polisi Turun Tangan Selidiki Aksi Vandalisme di Gedung Pemkab Bojonegoro Penyelidikan aksi vandalisme di sebuah bank swasta/Foto: Ainur Rofiq
Bojonegoro - Aksi vandalisme di Gedung Pemkab Bojonegoro dan bank swasta tengah diselidiki polisi. Selain meminta keterangan saksi, pihak kepolisian juga akan memeriksa CCTV di dua gedung tersebut.

Beberapa petugas Reskrim Polres Bojonegoro mendatangi dua lokasi aksi vandalisme. Yakni Gedung Pemkab Bojonegoro dan salah satu bank swasta di Jalan Untung Suropati.

"Masih kita selidiki pelaku aksi vandalisme ini. Kita juga akan meminta keterangan beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian," kata Kasat Reskrim AKP Rifaldhy Hangga Putra kepada detikcom, Rabu (23/7/2019).


Selain melakukan olah TKP di lapangan, polisi juga akan memeriksa beberapa kamera CCTV. Baik milik pemkab maupun pihak bank untuk mencari tahu siapa pelakunya.

"Ini kita juga mencari kamera CCTV untuk membantu ungkap peristiwa ini," imbuhnya.
Vandalisme di Pemkab Bojonegoro/Vandalisme di Pemkab Bojonegoro/ Foto: Ainur Rofiq
Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli menyampaikan alasan mengapa pihak kepolisian turun tangan dalam kasus vandalisme tersebut. Menurutnya, aksi vandalisme termasuk hal yang meresahkan dan mengganggu ketertiban umum.

"Kita ikut menyelidiki dugaan vandalisme ini karena sedikit meresahkan dan mengganggu ketertiban umum. Dan kita imbau kepada masyarakat atau sekelompok orang yang berbuat hal ini tidak diulangi lagi. Silakan menyampaikan aspirasi melalui cara yang telah ditentukan sesuai undang2," kata Ary.

Sebelumnya, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Masirin mengatakan, aksi vandalisme tersebut berlangsung sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Pernyataan tersebut berdasarkan hasil koordinasi awal antara beberapa SKPD. Yakni Bagian Umum, Satpol PP, Satpam dan Kominfo yang hendel kamera CCTV di lingkup pemkab.


"Info yang saya dapat, kejadian itu dini hari tadi. Sekitar setengah tiga. Dan sebenarnya satpam sudah mengetahui kejadian itu, tapi pelaku sudah melakukan pengecatan itu," kata Masirin.

Pihak pemkab meyakini, pelaku aksi vandalisme itu berjumlah 2 orang. Namun terkait motif kedua pelaku, pemkab belum bisa memastikan. Apakah hanya sekadar iseng atau merupakan bentuk protes lewat tulisan.

"Ketahuan satpam pelaku kabur naik motor ke arah utara. Ada dua pelaku boncengan," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com