detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 15:59 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologi Korban Sodomi Guru Ekskul Pramuka

Hilda Meilisa - detikNews
Polisi Beri Pendampingan Psikologi Korban Sodomi Guru Ekskul Pramuka Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Seorang guru pembina ekstrakurikuler pramuka, MM (30) melakukan pencabulan dan sodomi kepada 15 muridnya. MM mengaku pencabulan ini terjadi karena trauma masa kecilnya yang menjadi korban pencabulan pula.

Untuk mengatasi traumatik pada korban, Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim juga memberikan penanganan psikologi. Pasalnya, 15 korban MM merupakan anak-anak yang masih di bawah umur.

"Pada prinsipnya dari awal, dari kita terima laporan kita sudah mendatangi korban untuk dapat penanganan secara psikologis," kata Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana kepada detikcom di Surabaya, Rabu (24/7/2019).

Festo menambahkan masih ada kemungkinan korban untuk bertambah. Pasalnya fenomena ini ibarat gunung es. Sementara untuk kasus pencabulan dengan korban anak-anak, korban memang cenderung malu hingga takut untuk mengaku dan melapor.


"Iya, sebagian anak-anak beranggapan ini aib. Jadi ada yang menutupi," imbuh Festo.

Tak hanya itu, Festo mengatakan pihaknya masih mencari korban lainnya. Namun, pencarian korban ini tak dilakukan polisi saja, tetapi juga menggandeng psikolog dan LSM yang berkecimpung dalam perlindungan anak.

"Dalam rangka kita mencari korban-korban lainnya kita juga didampingi juga sama psikolog maupun LSM," imbuh Festo.

Sebelumnya, kasus ini terbongkar dari laporan tiga orang tua korban. Polisi akhirnya melakukan penyelidikan dan menemukan 11 korban siswa pramuka dan seorang tetangga MM. Jumlah korban pencabulan ini 15 anak.


Polisi pun menyita barang bukti beberapa akta kelahiran siswa, vapor dan handphone milik pelaku. Sedangkan pelaku dijerat Pasal 80 atau 82 UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. Sedangkan dalam tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, atau dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama, pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana.


Bejat! Napi di Surabaya Cabuli 50 Lebih Anak Via Medsos:

[Gambas:Video 20detik]


(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com