detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 15:42 WIB

Takut Ada Tsunami, Ratusan Warga di Banyuwangi Ngungsi ke Gunung

Ardian Fanani - detikNews
Takut Ada Tsunami, Ratusan Warga di Banyuwangi Ngungsi ke Gunung Warga Banyuwangi mengungsi ke gunung/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Ratusan warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Banyuwangi, mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Mereka takut terjadi bencana tsunami pascagempa bumi yang terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali.

Ratusan warga naik ke bukit Babatan dan Gunung Salakan, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Rabu pagi (24/7/2019). Mereka mencoba menjauh dari pantai, takut tsunami akan muncul pascagempa.

"Sempat panik tadi (Gempa Bali). Pancer memang perkampungannya di dekat pantai. Jadi mereka naik semua ke Babatan dan Salakan," ujar Budi, warga sekitar Pancer kepada detikcom saat dikonfirmasi.

Kepanikan warga sangat beralasan. Sebab, mereka trauma dengan bencana tsunami yang terjadi pada tahun 1994 lalu. Seluruh bangunan rata dengan tanah tersapu tsunami lebih dari 12 meter.

"Karena trauma. Sampai saat ini masih ada yang diatas bukit untuk menyelamatkan diri. Sebagian lagi sudah turun," tambahnya.


Saat ini Kepala Desa Sumberagung, Vivin dan BPBD Banyuwangi membujuk masyarakat untuk kembali ke rumah. Bahkan, kata Budi, status aman kondisi Pantai Pancer sempat diumumkan melalui pengeras suara milik masjid setempat.

"Bu lurah dan BPBD sempat meredam kepanikan warga. Bahkan mengajak turun bareng BPBD tadi. Tadi juga sempat diumumkan di masjid," ujar pria yang juga Ketua Pokmaswas Pantai Mustika, Pancer, Banyuwangi ini.

Sementara Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banyuwangi Eka Muharram membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, ratusan masyarakat mengungsi karena mendengar sirine peringatan dini tsunami yang dipasang di Dusun Pancer berbunyi. Sehingga masyarakat langsung mencari tempat yang lebih tinggi.

Padahal, kata Eka, sirine yang berbunyi itu bukanlah sirine dari alat peringatan dini tsunami. Melainkan sirine milik perusahaan tambang yang berbunyi pada saat gempa Bumi bermagnetudo 4,6 SR terjadi. Sebab meski pusat gempa terjadi di Kabupaten Jemberana Bali, getarannya terasa hingga ke sejumlah wilayah di Banyuwangi termasuk wilayah Pancer, Kecamatan Pesanggaran.

"Yang bunyi itu adalah sirine dari kawasan tambang dan itu untuk intern, untuk memberikan peringatan kepada karyawan disana terkait adanya gempa. Cuma bunyi itu kemudian kedengaran keluar yang itu kemudian menimbulkan kepanikan warga. Sehingga mereka banyak yang mengungsi," kata Eka Muharram.


Eka Muharram menambahkan, BPBD Banyuwangi bersama relawan telah memberikan pengertian kepada masyarakat dan memintanya kembali ke rumahnya masing-masing. Sebab gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

Sebelumnya, gempa bumi bermagnetudo 4,9 mengguncang Kabupaten Jemberana Bali, Rabu pagi (24/7/2019). Pusat gempa terjadi 8.98 lintang selatan, 114 Bujur Timur atau 84 Barat Daya Kabupaten Jemberana Bali. Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, namun guncangannya terasa hingga ke Denpasar Bali, Kabupaten Banyuwangi, Gianyar dan Kabupaten Tabanan Bali.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed