detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 14:10 WIB

Pemkot Surabaya Pecat Lurah yang Terjaring OTT Sertifikasi Tanah

Amir Baihaqi - detikNews
Pemkot Surabaya Pecat Lurah yang Terjaring OTT Sertifikasi Tanah Balai Kota Surabaya/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Pemkot Surabaya mencopot Lurah Lidah Kulon, Budi Santoso. Pencopotan itu dilakukan karena Budi terjaring OTT saber pungli yang dilakukan Polrestabes Surabaya.

Kabag Humas Pemkot Surabaya saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Budi Santoso telah dipecat. Budi telah melanggar disiplin pegawai negeri sipil (PNS) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 53 tahun 2010.

"Terkait permasalahan saudara Budi santoso Lurah Lidah Kulon, terbukti melanggar disiplin pegawai negeri sipil sebagaimana ketentuan dalam PP 53 tahun 2010 dengan tingkat hukuman disiplin berat," kata M Fikser saat dihubungi detikcom, Rabu (24/7/2019).


Menurut Fikser, pencopotan Budi Santoso dari jabatan lurah Lidah Kulon terhitung mulai 22 Juli 2019. Selain pencopotan, pemkot juga memberhentikan status PNS Pemkot Surabaya.

"Yang bersangutan terhitung mulai tanggal 22 Juli 2019 diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil," tandaas Fikser.

Polisi OTT lurah di Surabaya terkait praktik pungli terkait sertifikasi tanah. Sertifikasi tersebut merupakan program sertifikasi gratis Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).


Dalam praktiknya, Lurah Lidah Kulon Budi Santoso meminta pungutan sebesar Rp 50 juta untuk mengambil tanda terima penyerahan sertifikat. Setelah melalui negosisi, disepakati nilai sebesar Rp 35 juta.

Budi Santoso ditangkap, Kamis (18/7) usai bertemu dengan pemilik tanah di salah satu depot kawasan Simpang Darmo Permai Selatan. Dari tangannya, polisi juga mengamankan uang Rp 35 juta.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com