detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 09:44 WIB

Round-Up

Ulah Guru Cubit Siswa di Surabaya Berakhir Kata Maaf dari Kadispendik

Suki Nurhalim - detikNews
Ulah Guru Cubit Siswa di Surabaya Berakhir Kata Maaf dari Kadispendik SDN Simomulyo I Surabaya/Foto file: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Seorang guru mencubit siswa SD di Surabaya hingga mengalami trauma dan enggan masuk sekolah. Kasus tersebut kemudian diselesaikan dan ditutup permohonan maaf dari Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Ikhsan.

Kekerasan terhadap murid oleh guru terjadi di SDN Simomulyo I Surabaya. Tiga siswa mengalami tindak kekerasan, dicubit guru. Bahkan dua di antaranya sampai trauma hingga enggan masuk sekolah.

Salah satu wali murid Sulistianing Tyas Utami mengatakan, tangan kanan sang anak dicubit oleh guru hingga memar. "Kejadiannya Jumat lalu, terus kami laporkan ke pihak sekolahan. Tadi kami sudah ketemu dengan kepala kesiswaan. Katanya akan diklarifikasi kepada guru yang bersangkutan," kata Sulistianing kepada wartawan, Selasa (23/7).

Sulistianing kemudian bercerita berdasarkan pengakuan anaknya. Menurutnya, sang anak akan dicubit oleh guru tersebut jika salah mengerjakan tugas.

"Ketika salah mengerjakan tugas akan dicubit. Kalau salah mengerjakan tugas dua kali akan dicubit dua kali. Kalau anak saya nakal, saya bisa memaklumi ataupun ramai di kelas atau bagaimana," terang Sulistianing.


Pengaduan yang sama juga disampaikan Anggi, wali murid lainnya. Menurut Anggi, anaknya trauma masuk sekolah lantaran sering dimarahi sang guru. Kemudian ketika salah mengerjakan tugas dihadiahi cubitan.

"Anak saya dicubit, lalu dimarahi terus. Akibatnya nggak mau masuk sekolah. Katanya takut sama gurunya. Sudah satu hari nggak masuk," ujar Anggi.

Seorang guru yang mencubit tiga muridnya hingga trauma dan enggan sekolah berinisial L. Guru perempuan berstatus PNS itu dikenal santun. Bahkan rekan sesama pengajar kaget saat mendengar kabar tindak kekerasan yang dilakukan guru tersebut.

"Dengan adanya kejadian itu, teman-teman sempat kaget juga. Jadi selama bergaul sesama teman (guru) di sekolah bicaranya santun," kata Koordinator Kesiswaan SDN Simomulyo I Surabaya Marlikan kepada wartawan saat ditemui di SDN I Simomulyo

Guru tersebut sudah mengajar di SDN Simomulyo I Surabaya sejak 2009.

"Selama ini, baru kali ini kejadian ada wali murid yang datang teman-teman kaget. Istilahnya orang sebaik itu kok melakukan seperti ini," ujar Marlikan.

Kasus guru cubit murid di Surabaya sampai ke tingkat Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya. Menurut Kadispendik Surabaya Ikhsan, guru yang bersangkutan dan wali murid sudah saling memaafkan.


Ia juga mengaku pihaknya masih membutuhkan waktu untuk melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap guru tersebut. Kemudian apabila hasil evaluasi memutuskan guru tersebut harus dipindah, maka akan dipindah ke sekolah lain.

"Pihak kepala sekolah sudah memfasilitasi pertemuan guru dengan wali murid. Semuanya sudah saling menerima dan memaafkan. Jadi, kami butuh waktu untuk pembinaan dan evaluasi," kata Ikhsan.

Tidak hanya sang guru yang meminta maaf pada wali murid, hal serupa juga dilakukan Ikhsan. Ia meminta maaf atas nama pribadi hingga Pemkot Surabaya.

"Saya sempat berkomunikasi dengan pihak orang tua. Saya atas nama pribadi, nama dinas dan pemerintah Kota Surabaya meminta maaf," terangnya.

Pihaknya akan melakukan pendampingan pada kedua anak yang trauma hingga enggan masuk sekolah setelah dicubit sang guru. "Kami juga akan menyiapkan psikolog untuk melakukan pendampingan anak-anak tadi di sekolah," pungkas Ikhsan.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com